Selasa, 2 Juni 2026

Internasional

Iran Bebaskan Kapal Tanker Vietnam, Seluruh Minyak Dikuras Kembali

Sebuah kapal tanker Vietnam yang disita Iran dibebaskan di perairan terbuka pada Rabu (10/11/2021).

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AP
Kapal tanker MV Sothys, sebuah kapal pengangkut minyak mentah Iran ke Asia dibebaskan ke perairan lepas pada Rabu (10/11/2021). 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Sebuah kapal tanker Vietnam yang disita Iran dibebaskan di perairan terbuka pada Rabu (10/11/2021).

Hal itu mengakhiri konfrontasi maritim terbaru yang melibatkan Teheran.

Kapal tanker Sothys meninggalkan pelabuhan Bandar Abbas Iran.

Kemudian, menuju perairan internasional di dekat Teluk Oman, menurut data yang dianalisis oleh The Associated Press (AP) dari MarineTraffic.com.

Kapal itu tampak berlabuh di sana, tetapi tidak ada informasi tentang awaknya.

Shahrokh Nazemi, juru bicara misi Iran untuk PBB, mengatakan Sothys meninggalkan perairan Iran setelah mentransfer minyak.

Para pejabat Vietnam tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Baca juga: Teheran Dalang Percobaan Pembunuhan PM Irak, Bukti dari Pecahan Drone Buatan Iran

Meskipun para pejabatnya sebelumnya mengakui berusaha mendapatkan lebih banyak informasi tentang penyitaan dari Iran.

Armada ke-5 Angkatan Laut AS yang berbasis di Timur Tengah tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Pasukan Garda Revolusi paramiliter Iran yang kuat pada 24 Oktober 2021 mengambil alih MV Sothys.

Sebuah kapal yang oleh para analis dicurigai mencoba mentransfer minyak mentah Iran yang dikenai sanksi ke Asia.

Pasukan AS telah memantau penyitaan tetapi akhirnya tidak mengambil tindakan saat kapal berlayar ke perairan Iran.

Iran kemudian merayakan penangkapan kapal itu dalam rekaman dramatis yang ditayangkan di televisi pemerintah.

Hanya sehari sebelum peringatan 42 tahun penyitaan Kedutaan Besar AS di Teheran pada 1979.

Baca juga: Iran Tutup Surat Kabar Kelid, Melaporkan Pemimpin Tertinggi Membawa Rakyat Miskin

Sothys telah berada di radar United Against a Nuclear Iran, sebuah kelompok advokasi yang berbasis di New York yang sudah lama curiga terhadap Republik Islam.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved