Internasional
Menteri Energi Arab Saudi Kecam Kebohongan dan Rekayasa KTT Perubahan Iklim Glasgow
Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman mengecam kebohongan dan rekayasa KTT Perubahan Iklim COP26 di Glasgow, Skotlandia.
SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman mengecam kebohongan dan rekayasa KTT Perubahan Iklim COP26 di Glasgow, Skotlandia.
Setelah berpidato, dia sangat membela rekam jejak Arab Saudi dalam memerangi pemanasan global.
Pangeran Abdulaziz bin Salman ditanya tentang tuduhan serius, Kerajaan telah menghalangi negosiasi pada pertemuan tersebut.
"Ini bukan tuduhan serius, tetapi tuduhan palsu," katanya.
Dia ditanya apakah tuduhan itu merupakan kebohongan dan dia berkata tentu saja.
Greenpeace, kelompok aktivis lingkungan dengan sejarah permusuhan terhadap Kerajaan, membuat klaim yang tidak berdasar minggu ini.
Dimana, negosiator Arab Saudi telah menghalangi kemajuan pada pertemuan penting di Glasgow.
Baca juga: Barack Obama Serukan Aktivis Muda Berjuang Melawan Perubahan iklim
Negosiator Arab Saudi itu kepada Arab News, Kamis (11/11/2021) mengatakan klaim itu tidak berdasar dan tidak akurat.
Dalam pidato COP26-nya, Pangeran Abdulaziz yang menantang mengajukan permohonan untuk penilaian secara objektif.
Khususnya tentang kemungkinan solusi masalah mendesak pemanasan global.
"Dunia sedang menghadapi fenomena universal yang membutuhkan tanggapan internasional secara bersama dan efektif,” katanya.
Dia menjelaskan tanggapan itu harus membahas tiga pilar utama.
Dimulai dari ketahanan energi, pembangunan ekonomi untuk kepentingan kemanusiaan, dan perubahan iklim.
Dia menegaskan semua pilar ini harus disikapi secara holistik, tanpa mengorbankan satu demi satu.
“Sangat penting bagi kita untuk mengakui keragaman solusi iklim," jelas Pangeran Abdulaziz bin Salman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/menteri-energi-arab-saudi-pangeran-abdulaziz-bin-salman.jpg)