Internasional
Menteri Energi Arab Saudi Kecam Kebohongan dan Rekayasa KTT Perubahan Iklim Glasgow
Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman mengecam kebohongan dan rekayasa KTT Perubahan Iklim COP26 di Glasgow, Skotlandia.
Dia mengaku pentingnya pengurangan emisi sebagaimana diatur dalam Perjanjian Paris.
Tetapi, katanya, tanpa harus ada bias terhadap sumber energi tertentu.
Kerajaan telah mengambil langkah radikal dalam sebulan terakhir ini untuk mengatasi masalah perubahan iklim di dalam dan luar negeri.
Pangeran Abdulaziz mengatakan ada 53 inisiatif utama dengan biaya yang diproyeksikan sebesar 185 miliar dolar AS.
Dia mengatakan Kerajaan berbagi pandangan tentang upaya yang harus diperbarui untuk mencapai tujuan Perjanjian Paris 2015.
Baca juga: China Mengolok-olok Joe Biden, Sebut Tidak Berdaya di KTT Iklim Glasgow
"Tetapi kita semua harus mengingat prinsip tanggung jawab bersama, namun berbeda, di antara berbagai negara," jelasnya.
“Sama, kita semua harus sadar akan keadaan khusus negara-negara kurang berkembang," tambahnya.
"Kita harus bekerjasama untuk membantu negara-negara ini mengurangi dampak perubahan iklim, tanpa mengorbankan pembangunan berkelanjutan," katanya.
Inisiatif Hijau Arab Saudi dan Timur Tengah yang lebih luas harus mengurangi emisi regional lebih dari 10 persen.
Sebuah jumlah yang tidak proporsional mengingat populasi dan ekonomi yang relatif kecil secara global.
Kerajaan memiliki lebih dari dua kali lipat target pengurangan emisi dalam dekade terakhir ini.
Bahkan, telah menetapkan target emisi nol karbon bersih pada tahun 2060.
Dimana, lebih cepat daripada beberapa ekonomi energi yang jauh lebih besar melalui kerangka Ekonomi Karbon Sirkular.
Inisiatif lainnya termasuk menghapus minyak dari pembangkit energi domestik.
Baca juga: Australia Dorong Masyarakat Beli Mobil Listrik. Dituduh Lamban Tangani Perubahan Iklim
Kemudian, berinvestasi miliaran dolar dalam bahan bakar alternatif dan terbarukan.
Seperti solar dan hidrogen, dan kampanye global untuk menyediakan bahan bakar bersih untuk 750 juta orang di seluruh dunia.
“Ini akan membantu memastikan Kerajaan mempertahankan peran kepemimpinannya dalam mempromosikan keamanan dan stabilitas pasar energi,” katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/menteri-energi-arab-saudi-pangeran-abdulaziz-bin-salman.jpg)