Rabu, 8 April 2026

PKK

PKK Bahas Persiapan Menghadapi Umur Panjang Sejak Dini

Menyikapi kondisi itu, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) menggelar Webinar Obrolan Santai Kader Inspiratif (ObraS KaIN PK

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Webinar persiapan umur panjang sejak dini. 

Laporan Fikar W.Eda I Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA -  Jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia terus mengalami peningkatan.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah lansia pada 2010 sebanyak 18 juta jiwa atau sebanyak 7,56 persen dari total penduduk.

Angka itu pada 2019 kemudian meningkat menjadi 25,9 juta jiwa atau 9,7 persen. Jumlah ini diperkirakan terus meningkat hingga pada 2035 mencapai 48,2 juta jiwa atau 15,77 persen.

Menyikapi kondisi itu, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) menggelar Webinar Obrolan Santai Kader Inspiratif (ObraS KaIN PKK) bertajuk

“Persiapan Menghadapi Umur Panjang Sejak Dini”, Kamis (11/11/2021). Kegiatan ini sebagai bagian dari upaya untuk mendorong lansia tangguh.

Dalam sambutan yang disampaikan Ketua Bidang Pembinaan Karakter Keluarga Yulia Akmal secara daring, Ketua Umum TP PKK Tri Tito Karnavian menjelaskan, fenomena meningkatnya jumlah lansia ini dapat diibaratkan seperti dua sisi mata uang logam.

Baca juga: Distanbun Aceh Latih 50 Penyuluh Pertanian Tentang e-RDKK, Banyak Pupuk Subsidi belum Tertebus

Di satu sisi, kondisi ini bisa menjadi anugerah, tapi di sisi lain menjadi tantangan yang akan berdampak luas dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan negara.

"Dengan bekal pengalaman hidupnya, lansia bisa berperan sebagai guru kehidupan bagi generasi di bawahnya. Untuk itu harus ada langkah- langkah yang dilakukan untuk membentuk lansia tangguh," ungkap Tri.

Lebih lanjut, Tri mengatakan, perlu adanya langkah-langkah antisipatif untuk membentuk lansia tangguh, yakni sehat, aktif, mandiri, produktif, dan bermartabat. Hanya dengan ketangguhan tersebut, keberadaan lansia akan menjadi anugerah yang memiliki kontribusi positif bagi kehidupan masyarakat dan negara.

Tri mengatakan, sebagai salah satu gerakan sosial kemasyarakatan dan sekaligus mitra pemerintah, keberadaan PKK berperan penting dan strategis menggerakkan partisipasi keluarga dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi lahirnya lansia tangguh.

Baca juga: Hasil FP2 MotoGP Valencia 2021: Jack Miller Tercepat, Bagnaia Posisi 3, Valentino Rossi Paling Akhir

Terlebih PKK memiliki kelembagaan yang terstruktur di setiap wilayah hingga ke tingkat akar rumput.

"Keberadaan Gerakan PKK dalam memfasilitasi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dalam sektor pendidikan, perekonomian, dan kesehatan sudah mendapat pengakuan dan apresiasi yang luas, baik dari masyarakat sendiri, maupun dari pemerintah," tandas Tri.

Sementara itu, Ketua Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Pusat Yulia Akmal menuturkan, berdasarkan survei pada 2020, penduduk Indonesia didominasi oleh usia produktif (15-64 tahun) dengan jumlah mencapai 191,08 juta jiwa atau sebanyak 70,72 persen dari total penduduk. Angka itu jauh melampaui jumlah penduduk usia muda (0-14 tahun) yang hanya sebanyak 63,03 juta jiwa atau 23,33 persen. Sedangkan jumlah penduduk lansia (65 tahun ke atas) sebanyak 16,07 juta jiwa atau 5,95 persen.

"Tentunya angka tersebut membuat jumlah penduduk usia muda cenderung turun sebagai konsekuensi penurunan total fertility rate yang merupakan dampak dari berhasilnya pengendalian kuantitas penduduk melalui program keluarga berencana," urainya.

Baca juga: MotoGP Valencia 2021: Valentino Rossi Segera Pensiun, Mantan Rekannya Ungkap Kesedihan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved