Breaking News:

Konferensi Internasional

Guru Besar dari Malaysia, Arab dan Turki Isi Konferensi Internasional di Lhokseumawe

Sejumlah guru besar dari dalam dan luar negeri menjadi keynote speakers dalam Konferensi Internasional yang diadakan Politeknik Negeri Lhokseumawe.

Penulis: Jafaruddin | Editor: Taufik Hidayat
Dok Panitia
Gubernur Aceh Nova Iriansyah membuka konferensi internasional yang diadakan Politeknik Negeri Lhokseumawe. 

Laporan Jafaruddin | Lhokseumawe 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Sejumlah guru besar dari dalam dan luar negeri menjadi keynote speakers (pembicara utama) dalam Konferensi Internasional yang diadakan Politeknik Negeri Lhokseumawe, Sabtu (14/11//2021). 

Guru besar yang mengisi kegiatan International Conference on Science and Innovated Engineering (ICOSINE-4) di antaranya, Prof Dr Sulaiman Wadi Harun dari Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia. 

Kemudian, Prof Dr Nizamettin AYDIN dari Yıldiz Teknik Universitesi Istanbul, Turki. Selanjutnya,Associate Professor Syafiie Syamaun dari King Abdul Aziz University, Jeddah, Kerajaan Arab Saudi, 

Sedangkan dari dalam negeri, Ali Ridho Barakhbah PhD, Direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) Surabaya. 

Tema yang diangkat dalam konferensi tersebut “Challengging Polytechnic Education in Facing the Trend of Apllied Artifical Inteligence and Cyber Technology/ Menantang Pendidikan Politeknik dalam Menghadapi Tren Kecerdasan Buatan Terapan dan Teknologi Siber.

Baca juga: STIES Banda Aceh Yudisium 191 Sarjana, Prodi Manajemen dan Prodi Akuntansi

Baca juga: Telkomsel Hadirkan Pre-Order Paket Bundling iPhone 13

Sebelumnya, PNL terbilang sukses juga dalam menyelenggarakan konferensi internasional tentang inovasi teknologi, dan sains untuk pertama kali di Sabang tahun 2018, ICOSINE-2 tahun 2019 di Malaka, Malaysia, dan ICOSINE-3 secara daring.

Saat memberikan sambutan dan membuka ICOSINE-4, Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah, MT menyampaikan saat ini dunia sedang memasuki era baru yang disebut Revolusi Industri 4.0. 

Era tersebut meliputi teknologi IoT, Big Data, Artificial Intelligence atau disingkat AI, Addictive Manufacturing, Cloud Computing dan Cyber Physical System Technology. 

Untuk itu, kata Nova pemerintah menerapkan AI di berbagai bidang termasuk industri manufaktur, digital, kesehatan, pangan, energi, pemerintahan, perbankan, keamanan dan pertahanan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved