Perikanan
Penurunan Populasi Ikan Depik jadi Pembahasan Pakar Perikanan
Di antaranya Direktur Pengelolaan Sumberdaya Ikan Kementerian Keluatan dan Perikanan, Syahril Abdul, Kepala Pusat Riset Perikanan Kementerian Kelautan
Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
Aceh punya potensi perikanan yang sangat besar, baik darat maupun lautnya.
Untuk mengamankan garis pantai Aceh yang sangat luas ini, pengawasan pantainya perlu ditingkatkan, terutama dari pencemaran limbah industri.
"Kita perlu melibatkan akademisi, NGO, LSM, dan pers, untuk mengkaji, menganalisa dan mengawasinya. Kita perlu membuat kawasan konservasi perikanan, untuk jenis ikan yang sudah langka, dan populasinya menurun, seperti ikan depik, udang lobster, udang windu, udang gala dan lainnya," ujarnya.
Ungkapan yang hampir serupa juga dilontarkan, Ir Endin dan Ardiansyah, mantan pejabat DKP Aceh.
Kedua mantan pejabat DKP Aceh ini mengatakan untuk cepat mendapat hasil tujuan yang ingin dicapai harus fokus pada beberapa jenios komoditi perikanan.
Komoditi yang dikembangkan, adalah yang sudah familiar dengan petambak setempat.
Penjelasan yang sama disampaikan Pakar Perikanan Prof Dr M Ali Sarong MSi.
Ia menyatakan, fokus itu penting, untuk mempermudah membina, mengontrol dan mengawasinya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/perikanan-iipp.jpg)