Breaking News:

Berita Aceh Timur

Sekda Aceh Timur Buka Muzakarah Ulama, Cari Solusi Pencegahan Judi Online

Begitupun juga tentang pinjaman online pada dasarnya agama Islam telah mengatur di setiap segi kehidupan manusia, baik di bidang muamalah maupun...

Penulis: Seni Hendri | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Sekda Aceh Timur, Ir Mahyuddin MSi, mewakili Bupati Aceh Timur, membuka Muzakarah Ulama Aceh Timur tahun 2021, yang berlangsung di Aula Gedung Serbaguna, Senin (15/11/2021). 

Begitupun juga tentang pinjaman online pada dasarnya agama Islam telah mengatur di setiap segi kehidupan manusia, baik di bidang muamalah maupun hubungan dengan sesama.

Laporan Seni Hendri Aceh Timur
 
SERAMBINEWS.COM, IDI - Sekda Aceh Timur, Ir Mahyuddin MSi, mewakili Bupati Aceh Timur, membuka Muzakarah Ulama Aceh Timur tahun 2021, yang berlangsung di Aula Gedung Serbaguna, Senin (15/11/2021).

Dalam kesempatan itu, Sekda mengatakan, muzakarah ulama diharapkan dapat sebagai ajang silaturrahmi dan diskusi, untuk dapat menghasilkan kajian-kajian ilmiah sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dalam masyarakat. 

Islam, jelas Sekda, adalah agama yang paling sempurna dalam segala hal, serta bentuk peraturan yang paling teratur, di samping teratur dalam bidang ibadah, teratur dalam bidang muamalah, dan bidang keagamaan.

Saat ini, ungkap Sekda, perjudian online sangat marak, dan sangat mengkawatirkan, karena perjudian bisa memberi efek buruk bagi anak dan remaja dalam pergaulan sehari-hari, melemahkan daya pikir positif dan menghancurkan masa depan.

Perjudian online, jelas Sekda, saat ini sangat mudah diakses oleh semua kalangan.

Karenanya,  untuk mencegahnya, mari bersama-sama bermuzakarah untuk memberi solusi kepada masyarakat, supaya perlindungan anak-anak dan menjauhkan diri dari perbuatan yang dilarang Allah SWT.

Pada dasarnya lanjut Sekda, agama Islam melarang perjudian apapun bentuknya baik online ataupun tidak.

 

Begitupun juga tentang pinjaman online pada dasarnya agama Islam telah mengatur di setiap segi kehidupan manusia, baik di bidang muamalah maupun hubungan dengan sesama.

“Pinjaman online yang menjanjikan kemudahan, membuat banyak masyarakat tergiur tanpa memikirkan apakah badan ataupun perorangan penyedia jasa pinjaman online tersebut sudah terdaftar di badan hukum atapun tidak, sehingga tanpa disadari menimbulkan banyak problema di masyarakat," pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved