Breaking News:

Berita Lhokseumawe

Mahasiswa KKN Unimal Bantu Warga di Tempat Usaha Kue Tradisional Aceh di Cot Batee

Dari kegiatan ini diharapkan mahasiswa bisa mengenal dan mempelajari proses pembuatan kue khas Aceh.

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Taufik Hidayat
Dok KKN Unimal K-207
Mahasiswa KKN-PPM Kelompok 207 Universitas Malikussaleh melakukan bakti sosial di usaha bungong jaroe di desa Cot Batee, Kecamatan Kuala, Bireuen, Kamis (18/11/2021). 

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Mahasiswa KKN-PPM Kelompok 207 Universitas Malikussaleh melakukan bakti sosial di usaha bungong jaroe di Gampong Cot Batee, Kecamatan Kuala, Bireuen. Kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan pemahaman tentang kreatifitas sejak dini.

Kelompok KKN-PPM 207 beranggotakan 10 mahasiswa yang berasal dari program studi yang berbeda, Teuku Muhammad iqbal (Ilmu Hukum), Yusril Azmi (Ilmu Hukum), Andra Maulana (Ilmu Kelautan), Dea Soraya (Ekonomi syariah), Siti Nurhaliza (Ilmu Hukum), Anaya Liatuljannah (Ilmu Hukum), Riska Maulida (Ilmu Hukum), Rini Fitriani (Ekonomi Syariah), Sri Indah Permatasari (Ilmu Politik), Rizka Amalia (Psikologi).

Ketua kelompok Teuku Muhammad Iqbal mengatakan, daerah Aceh kaya akan khas budayanya yang beraneka ragam. Mulai dari tradisi acara-acara adat hingga ke kuliner atau makanan yang beragam sesuai dengan daerahnya masing-masing.

“Usaha pembuatan bungong Jaro di desa cot Bate sudah ada selama 12 tahun, disini menyediakan berbagai jenis kue kue tradisional, seperti haluwa, dodol, wajeb, meusekat dan lain nya,” kata Teuku Muhammad Iqbal, kepada Serambinews.com, Kamis (18/11/2021).

Iqbal menjelaskan, adapun cara membuat haluwa yaitu pertama beras dicuci kemudian dicampur kapur sirih sedikit. Lalu diangin-anginkan sebentar setelah terlihat kering baru disangrai dan ditumbuk agak kasar, sisihkan.

Selanjutnya gongseng gula sampai kemerah merahan, ditambah sedikit air, kelapa parut, tambah gula dan manisan dan gulaa aren sampai masak kelapanya dan di campurkan beras yang sudah di haluskan.

Baca juga: KPK Tetapkan Bupati Hulu Sungai Utara Abdul Wahid Sebagai Tersangka, Terima Suap Rp18,9 Miliar

Baca juga: Aceh Timur Petakan Daerah Rawan Bencana, Berikut Persebarannya

Kemudian dimasak lagi sampai kue tersebut tidak lengket biasanya selama empat jam. Makanan tersebut hampir menyerupai dodol baik dari segi rasa maupun warnanya.

Namun memiliki tekstur yang kasar karena terbuat dari beras ketan yang ditumbuk agak kasar sedikit. Haluwa memiliki rasa yang manis dan legit. Pembuatan haluwa pun sama sulitnya dengan pembuatan meusekat.

“Semoga dengar kehadiran mahasiswa yang ikut KKN di daerah terbeut bisa membantu dan berbagi pengalaman dalam usaha bidang kuliner,” pungkasnya.

Sementara itu Rahma Fitria, BTech (Hons) MSc  selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sangat mendukung kegiatan itu.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa dalam memahami dan mempelajari adat istiadat setempat terutama dalam proses pembuatan kue khas pernikahan di Aceh,” demikian Rahma Fitria.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved