Kamis, 30 April 2026

Internasional

Polandia Tahan 100 Migran, Tuduh Pasukan Belarusia Bantu Lintasi Perbatasan

Tentara Polandia, Kamis (18/11/2021) menahan sekitar 100 migran yang melintasi perbatasan Belarusia pada malam hari.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Sejumlah migram membakar api unggun dekat perbatasan Belarusia-Polandia. 

SERAMBINEWS.COM, SOKOLKA - Tentara Polandia, Kamis (18/11/2021) menahan sekitar 100 migran yang melintasi perbatasan Belarusia pada malam hari.

Polandia menuduh tetnara Belarusia memimpin operasi penyeberangan perbatasan.

Insiden itu terjadi ketika Belarusia yang mengatakan ingin meredakan krisis menyiapkan penerbangan repatriasi pertama bagi para migran ke Irak.

Dimana, akan membawa antara 200 dan 300 orang di dalamnya.

Dilansir AFP, ribuan migran, terutama dari Timur Tengah, berkemah atau tinggal dekat perbatasan Polandia-Belarus.

Mereka dalam kondisi mengerikan yang bertujuan untuk menyeberang ke Uni Eropa, dalam krisis yang dimulai selama musim panas.

Uni Eropa mengatakan Belarusia merekayasa krisis sebagai pembalasan atas sanksi terhadap negara bekas Soviet itu.

Baca juga: Pemerintah Irak Segera Pulangkan Warganya dari Perbatasan Polandia-Belarusia

Minsk dan sekutu utamanya Rusia telah menolak tuduhan itu dan mengkritik Uni Eropa karena tidak menerima para migran yang ingin menyeberang.

Dalam insiden perbatasan terbaru, Kementerian Pertahanan Polandia mengatakan tentara Belarusia pertama kali melakukan pengintaian.

Dia mengatakan kemungkinan besar merusak pagar kawat berduri di sepanjang perbatasan.

“Kemudian orang Belarusia memaksa para migran untuk melempari tentara Polandia dengan batu untuk mengalihkan perhatian mereka," jelasnya.

"Upaya untuk melintasi perbatasan terjadi beberapa ratus meter jauhnya,” katanya.

“Sekitar 100 migran ditahan,” jelasnya.

Dia menambahkan insiden itu terjadi di dekat desa Dubicze Cerkiewne.

"Pasukan khusus Belarusia memimpin serangan kemarin," katanya.

Baca juga: Rusia Dukung Belarusia Atasi Konflik Migran dengan Polandia, Kirim Pesawat Pembom Nuklir

Rekaman video yang dirilis oleh ementerian pertahanan tampaknya menunjukkan tentara Polandia mengelilingi sekelompok besar migran.

Mereka berjongkok di daerah berhutan pada malam hari di sebelah kawat berduri.

Presiden Belarusia Alexander Lukashenko, yang telah memerintah dengan tangan besi selama hampir tiga dekade berbicara dengan Kanselir Jerman Angela Merkel.

Dia membahas krisis dua kali dengan Polandia dalam beberapa hari terakhir ini.

Layanan pers Lukashenko mengatakan pemimpin Belarusi dan Merkel setuju bahwa masalah secara keseluruhan akan dibawa ke Uni Eropa.

“Pejabat terkait, yang akan ditentukan dari kedua belah pihak, akan segera memulai negosiasi untuk menyelesaikan masalah yang ada,” katanya.

Baca juga: Muslim Polandia Beri Bantuan Makanan ke Migran dan Tentara di Perbatasan

Juru bicara Merkel, Steffen Seibert mengatakan pemimpin Jerman telah menggarisbawahi perlunya memberikan perawatan kemanusiaan.

Termasuk opsi pemulangan bagi orang-orang yang terkena dampak.

Seorang juru bicara Uni Eropa mengatakan ada pembicaraan teknis dan mendesak Minsk untuk memberikan akses kemanusiaan ke daerah perbatasan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved