Breaking News:

Harimau Sumatera

Harimau Sumatera yang Ditangkap di Aceh Selatan Dilepaskan ke TNGL, Tak Terusik Kehadiran Manusia

Putroe Kapho sering terlihat di beberapa desa antara lain Desa Seulekat, Desa Simpang, Desa Krueng Batee, Desa Gunung Kapho dan terakhir di Desa Panto

Penulis: Taufik Zass | Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/Handover
Seekor Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) dewasa yang ditangkap oleh tim Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh di Desa Gunung Kapur, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, Rabu (10/11/2021) lalu, sudah dilepaskan kembali ke habitatnya, yaitu di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). 

Laporan : Taufik Zass | Aceh Selatan'> Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Seekor Harimau Sumatera ( Panthera Tigris Sumatrae) dewasa yang berhasil ditangkap oleh tim Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh di Desa Gunung Kapur, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan'> Aceh Selatan, pada Rabu (10/11/2021) sudah dilepaskan kembali ke habitatnya.

Kepala Seksi Wilayah II Subulussalam BKSDA Aceh Hadi Sofyan, yang dikonfirmasi Serambi,  Jumat (19/11/2021) membenarkan informasi tersebut.

"Ya benar, Seekor Harimau sumatra ( Panthera Tigris Sumatrae) betina, yang diberi nama Putroe Kapho, sudah dilepasliarkan untuk kembali ke habitat alaminya," kata Hadi Sofyan dalam keterangan persnya, Jumat (19/11).

Adapun tim yang terlibat dalam pelepasan tersebut, lanjutnya, dari Seksi Konservasi Wilayah 2 Subulussalam, Resor KSDA Tapak Tuan, Resor KSDA Trumon, dan Tim Medis BKSDA Aceh, Balai Besar TNGL, Polres Aceh Selatan, UPTD KPH Wilayah 6, WCS-IP,  dan FKL.

"Satu ekor individu harimau sumatera betina yang dilepaskan ke habitatnya itu diperkiraan berumur 1,5 – 2 tahun. Harimau tersebut di lepas ke kawasan Taman Nasional Gunung Leuser pada Pada Rabu tanggal 17 November 2021 lalu," ungkapnya.

Pemilihan lokasi Taman Nasional Gunung Leuser sebagai lokasi pelepasliaran, menurut Hadi Sofyan, setelah dilakukan survei dan kajian kelayakan daya dukung habitat bersama-sama dengan mitra yang meliputi antara lain kajian populasi, ketersedian pakan, dan ancaman habitat.

"Individu harimau betina yang diberi nama putroe kapho yang mana dalam bahasa Aceh ‘putroe’ berarti putri dan ‘kapho’ diambil dari nama Desa Gunung Kapho yang sebelumnya merupakan lokasi harimau sumatera tersebut dievakuasi pada tanggal 10 Nopember 2021," jelasnya.

Sebelum dievakuasi, lanjut Hadi, Putroe Kapho sering terlihat di beberapa desa antara lain Desa Seulekat, Desa Simpang, Desa Krueng Batee, Desa Gunung Kapho dan terakhir di Desa Panton Bili.

Baca juga: Harimau Masuk Kandang Jebak

Baca juga: VIDEO POPULER BAHASA ACEH Ikan Marlin 105 Kg, Harimau di Trumon dan Banjir Rendam Banda Aceh

Perilaku di Luar Kondisi Normal

Dari beberapa kemunculannya, berdasarkan hasil rapat teknis bersama tim medis bahwa diduga harimau sumatera tersebut menunjukan adanya perilaku di luar kondisi normal.

"Yaitu, harimau tidak merasa terusik dengan kehadiran manusia yang ada di dekatnya sebagaimana rekaman video yang beredar dan sempat menjadi viral. Sebagai upaya pengamanan baik bagi masyarakat di sekitar dan harimau sumatera itu sendiri, BKSDA Aceh bersama mitra melakukan penyelamatan Putroe Kapho untuk dilakukan observasi di CRU Trumon," jelasnya.

Dari hasil observasi dan pemeriksaan medis lengkap terhadap Putroe Kapho selama di CRU Trumon, tambah Hadi Sofyan, harimau sumatera tersebut menunjukan kondisi sehat dan normal.

Hal ini terlihat dari nafsu makan dan minum yang baik, tidak terdapat cacat fisik, dan respon terhadap lingkungan baik.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved