Breaking News:

Kupi Beungoh

Laporan dari Manado, Kopi Aceh Sangat Diminati, Kisah Perantau Pidie, Hingga Kiprah Trans Continent

“Walau sebagai pengusaha besar, Pak Ismail Rasyid tidak sombong. Beliau selalu singgah di warung kopi saya,” kata Suryadi.

Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/Handover
Penulis Hasan Basri M Nur (kanan) bersama Suryadi Ibrahim (kiri), Mustafa (dua kanan), dan Surya Edy Rachman (dua kiri) di Boulevard Aceh Coffee Manado, Kamis (18/11/2021) malam. 

Oleh: Hasan Basri M. Nur

ORANG Aceh, apalagi dari Pidie (termasuk Pidie Jaya), dikenal hobi mencari peruntungan ekonomi di perantauan.

Semua provinsi di Indonesia dipastikan memiliki komunitas perantau asal Aceh, tak terkecuali di Sulawesi Utara.

Provinsi Sulawesi Utara adalah kawasan yang menjanjikan bagi komunitas yang mencari peruntungan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara cukup menggembirakan, padahal dana APBD tahunan mereka hanya di kisaran angka Rp 4 triliun per tahun.

Bandingkan dengan APBD Aceh yang mencapai Rp 18 triliun per tahun, karena ditopang dana otonomi khusus.

Data BPS 2021 menyebutkan, ekonomi Sulawesi Utara pada triwulan II 2021 tumbuh 8,49 persen (y-on-y).

Dari sisi produksi, hampir seluruh lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif, dengan pertumbuhan paling signifikan dialami oleh lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum, yakni sebesar 70,62 persen. (Lihat  https://sulut.bps.go.id, edisi 8 Mei 2021).

Menurut Asisten II Pemkab Minahasa Utara, Allan Mingkib, banyaknya kucuran dana melalui proyek APBN setiap tahun dari Pemerintah Pusat ikut mempercepat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara.

Allan menceritakan, Bupati Minahasa Utara dan Gubernur Sulawesi Utara sangat gencar dalam melobi dana APBN untuk memacu pembangunan daerahnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved