Berita Banda Aceh
Tarian Rubiah Aceh Pukau Penonton Temu Karya Taman Budaya Se-Indonesia ke-20 di Lampung
Kontingen Aceh mendapat kesempatan untuk menampilkan seni pertunjukan tari pada Kamis (18/11/2021) malam, di panggung utama Taman Budaya Lampung.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Amirullah
Gerak tari yang dinamis dengan unsur-unsur Islami berpadu dengan syair menjadi nilai keindahan tersendiri.
SERAMBINEWS.COM, BANDAR LAMPUNG – Provinsi Aceh ikut ambil bagian dalam acara Temu Karya Taman Budaya Se-Indonesia ke-20 di Kota Bandar Lampung, Lampung.
Acara yang berlangsung mulai tanggal 16 - 18 November 2021 ini menampilkan sejumlah pertunjukan seni dan budaya dari seluruh provinsi di Indonesia.
Kontingen Aceh mendapat kesempatan untuk menampilkan seni pertunjukan tari pada Kamis (18/11/2021) malam, di panggung utama Taman Budaya Provinsi Lampung.
Pada acara tahun ini, Provinsi Aceh menampilkan tari kreasi yang mengangkat kisah terpisahnya cinta antara Tengku Ibrahim (Tengku Diiboh) dengan Umi Sarah Rubiah (Nyak Rubiah).
“Tahun ini kita mengangkat kisah Rubiah, dengan judul “Rubiah Terpisah Antara Logika dan Rasa,” kata Leader Kontingen Aceh, Ramadhany Anastasya kepada Serambinews.com, Jumat (19/11/2021)
Baca juga: Lestarikan Budaya Pongot, Sanggar Seni Beringin Sejuk Adakan Perlombaan
Baca juga: Lestarikan Budaya, Dinas Pendidikan Aceh Singkil Gelar Festival Dampeng
Terpisahnya cinta mereka, sebutnya, dikarena berbedanya pemahaman antara Tengku Diiboh dengan Nyak Rubiah yang memelihara anjing.
Karena di dalam Syariat Islam umat Islam dilarang atau diharamkan memelihara anjing.
“Jadi karena kesalahpahaman itu terpisahlah cinta Nyak Rubiah dengan Tengku Diiboh yang sekarang kita ketahui yaitu Pulau Rubiah dan Pulau Iboh (Sabang),” ujar Ramadhany.
Ia mengatakan, pertunjukan tari ini cukup memukau dan mendapat apresiasi yang luar biasa dari penonton di Taman Budaya Lampung.
“Alhamdulillah, antusiasme mereka sangat besar,”tutur Ramadhany.
Baca juga: Kupiah Meukutop Bakal Jadi Warisan Budaya Tak Benda 2021, Diputuskan Pusat
Leader kontingen Aceh itu menyebut, gerak tari yang dinamis dengan unsur-unsur Islami berpadu dengan syair menjadi nilai keindahan tersendiri.
Sementara itu Kepala UPTD Taman Budaya Aceh, Azhardi mengapresiasi tarian yang dibawakan kontingen Aceh dalam acara Temu Karya Taman Budaya Se-Indonesia ke-20 di Lampung.
“Acara ini memberi arti bagi kita untuk bersilaturahmi dengan seniman-seniman se-nusantara. Dan kita bisa mengembangkan apresiasi kesenian untuk kita bawa pulang kembali (ke Aceh) dan membuat satu produk baru” katanya.
Baca juga: Kuah Beulangong, Kopi Gayo, dan 10 Budaya Aceh Lainnya Dapat Hak Paten dari Kemenkumham RI
Ia menambahkan, acara ini juga sebagai bentuk memperbaiki kekurangan dan kelebihan diri dalam menciptakan sebuah seni .
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tarian-rubiah-aceh-pukau-penonton-temu-karya-taman-budaya-se-indonesia-ke-20-di-lampung.jpg)