Berita Banda Aceh

Alhudri Sebut Untuk Lakanakan Program Sekolah Penggerak Perlu Kolaborasi Pemangku Pendidikan

“Untuk melaksanakannya tidak boleh sepotong-sepotong, melainkan bergerak serentak dimulai dari hulu sampai hilirnya dan tidak saling menyalahkan...

Penulis: Herianto | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Kadisdik Aceh, Drs Alhudri MM. 

Ini artinya, kata Al Hudri, kalau kita sudah berkolaborasi atau bergotong royong  melaksanakan tugas dan fungsinya dengan ikhlas dan beriktiar, untuk mencapai tujuan Bersama itu jadi gampang, tidak perlu waktu yang terlalu panjang dan hasilnya bisa cepat kita rasakan saat ini.

Untuk itu, kata Kadisdik Aceh itu, dalam pelaksanaan Program Sekolah Penggerak dan Program Guru Penggerak untuk meningkatkan mutu pendidikan daerah secara menyeluruh, dalam melaksanakan tugas dan fungsi pembinaan jenjang pendidikan di daerah mari kita berkolaborasi bersama untuk mencapaia tujuan yang sama yaitu meningkatkan kulitas mutu lulusan anak didik, dari tingkatan pendidikan terendah, sampai atas dan tinggi.

Disdik Kabupaten/Kota, membina sekolah PAUD,TK, SD dan SMP dengan baik, agar mutunya bagus, sedangkan kami di tingkat provinsi, kata Al Hudri, meningkatkan mutu sekolah SMA, SMK dan SLB nya.

“Kalau ini kita jalankan bersama dengan ikhlas dan berikhtiar, Allah SWT, akan mengabulkan doa kita bersama dan program prioritas/unggul Aceh Carong cepat terwujud, dimana mutu pendidikan disemua jenjang pendidikannya sudah berkualitas, dalam menghadapi persaingan global, yang berkarakter islami,”ujarnya.            

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam Bandung, Enang Ahmadi SPd MPd mengatakan, dirinya sependapat dengan apa yang disampaikan Kadisdik Aceh, Drs Al Hudri MM.

Baca juga: Alhudri ke Sekolah Terpencil di Pedalaman Aceh, Perjalanan Menantang untuk Lihat dan Rasakan Kondisi

Untuk mencapai tujuan dari Program Penggerak Sekolah dan Program Guru Penggerak, antara pemangku pendidikan, siswa dan masyarakat harus berkolaborasi dalam mencapaia tujuan bersama.

"Kita ambil contoh, air. Rumus air itu dalam kimia adalah H2O. Kalau unsur Hidrogen dan Oksigen, tidak saling mengikat/berkolaborasi, ia tidak terlihat dan tidak menjadi air. Setelah kedua unsur itu berkolaborasi dan saling mengikat, baru keduanya terlihat menjadi air dan memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia," ujarnya.

Contoh lain, ikan yang dipelihara dalam air kolam yang airnya tidak bergerak, ikan itu terlihat kurang sehat dan perkembangan biakannya lamban, makanya tambak ikan bandeng dan udang, supaya airnya bergerak dan terus mendapat oksigen yang cukup, dipasang kincir air.

Begitu juga ikan yang dipelihara, pada sungai yang airnya mengalir, kondisi ikannya cepata besar dan sehat serta menggeliat.

Jadi, kata Kepala P4TK IPA Bandung, Enang Ahmadi SPd MPd, Program Sekolah Penggerak dan Program Guru Penggerak  ini, dimunculkan ke permukaan untuk memotivasi para pemangku pendidikan, mulai dari Pemerintah Daerah, DPRA/DPRK, Dinas Pendidikan Aceh, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Akademisi, MPD, orang tua murid/wali murid, dan intansi terakit liannya, bersatu membangun mutu pendidikan dan memfokuskan pada peningkatkan mutu pendidikan anak didik bersama gurunya.

"Dalam program ini, peran Teknologi Informasi dan Komunikasi sangat besar. Karena itu kita perlu mencari solusi terbaik, agar kemajuan TIK yang sangat pesat tadi, tidak memberikan dampak negatif yang besar bagi anak, tapi sebaliknya memberikan kecerdasan dan kesejahtraan, serta berakhlak mulia bagi anak didik,”ujar Enang Ahmadi.(*)

Baca juga: Orangtua Siswa Geruduk Disdik Aceh, Protes Pernyataan Alhudri Terkait Vaksin

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved