Breaking News:

Info Kesehatan

Stop Kebiasaan Berteriak pada Anak Jika Tak Mau Menyesal, Efeknya Bisa Bikin Masa Depan Mereka Suram

Sebagian orang tua menganggap dengan bersuara keras akan membuat anak-anak mereka patuh. Kadang-kadang bikin mereka patuh, tapi cara ini...

Editor: Eddy Fitriadi
GRID.ID/ISTOCK
ILUSTRASI orang tua memarahi anak. Stop kebiasaan berteriak pada anak jika tak mau menyesal, efeknya bisa bikin masa depan mereka suram. 

SERAMBINEWS.COM - Tak sedikit orang tua yang punya kebiasaan buruk berteriak pada anak mereka.

Sebagian orang tua menganggap dengan bersuara keras akan membuat anak-anak mereka patuh.

Kadang-kadang bikin mereka patuh, tapi cara ini punya efek buruk yakni memberikan efek psikologis pada anak.

Orang tua yang sering membentak anak-anak mereka bisa dengan mudah menghancurkan diri anak secara perlahan terlebih jika anak mereka memiliki harga diri yang rendah.

Selain itu, kebiasaan membentak anak juga dapat memengaruhi perkembangan pribadi anak dan bidang kehidupan anak lainnya, hingga membuat masa depan mereka suram.

Stop dari sekarang, Berikut 5 efek negatif dari kebiasaan membentak atau berteriak yang dilakukan orang tua pada anak-anak mereka sebagaimana dilansir dari Greensprings School:

1. Membuat masalah perilaku anak menjadi lebih buruk

Banyak orang tua menjadikan kebiasaan berteriak sebagai solusi cepat untuk memperbaiki perilaku irasional anak-anak mereka.

Orang tua seperti itu berpikir bahwa ketika meneriaki anak-anak, maka si anak tidak akan mengulangi kembali kesalahannya di masa depan. Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa pemikiran semacam itu tidak bisa dibenarkan.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa anak-anak yang sering dimarahi orang tuanya justru tidak mau mengubah perilaku buruk mereka. Bahkan, anak-anak tersebut akan terdorong untuk bereaksi negatif dan melakukan pelanggaran lebih sering dari sebelumnya.

Halaman
123
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved