Menteri Sandiaga Uno: Tari Saman Tari Pemersatu Bangsa
"Tari Saman adalah tari pemersatu bangsa. Mari terus kita jaga dan lestarikan,” kata Menteri Sandiaga Uno
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Muhammad Hadi
Rasa kagum juga disampaikan wakil dari Uganda, Nauno Juliana Akurunyo.
“Saya menyaksikan tarian itu adalah pola perdamaian yang tentu harus mendapat latihan sangat keras dan ulet.
Saya kira tarian itu harus tetap dipelihara dan diajarkan tanpa henti kepada generasi muda,” katanya sambil berulang kali menyampaikan pujian.
Saman Gayo memang tarian yang atraktif. Ia terbentuk dari perpaduan beragam gerak yang seolah berlekuk-lekuk bagai bukit.
Di tanah asalnya, Gayo Lues, tarian itu biasa dipertunjukan dalam Saman Sara Ingi, yakni Saman satu malam suntuk yang biasa mengisi pada perayaan idul Fitri.
Baca juga: Viral di Medsos PNS Hilang, Terakhir Terlihat Dalan Pelayaran Sinabang-Singkil
Selanjutnya ada juga dikenal “Bejamu Saman” yakni saman yang dipentaskan selama dua hari dua malam dari grup Saman yang berasal dari kampung berbeda.
Selanjutnya ada juga dikenal Saman pertunjukan, yakni Tari Saman untuk menyambut para tamu.
Saman Gayo berasal dari negeri “seribu bukit” Gayo Lues, adalah tarian yang sudah berkembang sejak abad 13—bahkan jauh sebelum itu —dan mampu dipertahankan orisinalitasnya sampai tujuh abad kemudian.
Sampai sekarang generasi muda Gayo Lues tak pernah berhenti memainkan Saman, sebagai bagian dari kehidupan keseharian.
Baca juga: Direktur Utama PT Dunia Barusa Bangun Masjid di Aceh Utara
Tarian ini menyebar di kabupaten-kabupaten yang didiami komunitas Gayo, yakni Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Bener Meriah, Lokop (Aceh Timur) dan Serbejadi (atau Pulau Tiga) di Aceh Tamiang.
Tapi komunitas yang paling ramai ada di Gayo Lues, kabupaten yang letak daerahnya berbukit-bukit, dan dikenal Daerah Seribu Bukit.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/menteri-pariwisata-dan-ekonomi-kreatif-menparekraf-sandiaga-salahuddin-uno-2021.jpg)