Berita Pidie
Halau Gajah Liar dari Permukiman Penduduk, Disnakermobduk dan BKSDA Pasang Kawat Kejut di Tangse
Pagar kejut listrik tersebut dipasang untuk menghalau gajah liar supaya tidak masuk ke permukiman warga.
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Saifullah
Pada lahan itu dipasang tiang pancang dengan jarak 4 meter yang berguna sebagai tiang penggait kabel atau kawat fencing.
Dijelaskan dia, tanggal 24 Oktober 2021, pagar kejut listrik pada lokasi itu telah selesai dipasang, sekaligus telah beroperasi.
“Tentunya pagar kejut listrik yang selesai terpasang tersebut bukan solusi tunggal dalam penanganan konflik gajah dengan manusia di UPT Paya Guci,” urai dia.
Sebab, sifat gajah adalah terus belajar untuk mencari jalur lainnya yang dapat dilewati sebagai daerah jelajah baru menuju ke permukiman penduduk.
Baca juga: Gajah Liar Kejar Warga Tangse, Ada Patah Tangan Saat Lari, Kaki Diinjak dan Tubuh Dililit Belalai
Ia menambahkan, dalam upaya jangka panjang penanganan gajah liar, perlu dilakukan penyesuaian komoditi tanaman yang tidak disukai satwa langka itu pada jalur lintasan gajah.
Yaitu dengan menanam jeruk nipis, jeruk lemon, jeruk perut, pala, kemiri, kopi, dan lada.
Kecuali itu, pada jalur yang sering dilewati gajah perlu dihindari komoditi tanaman yang disukai gajah.
“Antara lain, pinang, sawit, pisang, kelapa, nenas dan jenis tanaman umbi-umbian lainnya,” pungkas Erwin.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pagar-kejut-di-tangse-2211.jpg)