Berita Gayo Lues
Longsor di Lintas Gayo Lues-Aceh Tenggara, Arus Transportasi Lumpuh Hingga 10 Jam
Akibat longsor di Tetumpun, terjadi kemacetan panjang di lokasi itu, terutama kendaraan pribadi dan angkutan umum trayek Galus Medan.
Penulis: Rasidan | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Rasidan | Gayo Lues
SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Arus transportasi dari Blangkejeren kabupaten Gayo Lues (Galus) menghubungkan Kutacane Aceh Tenggara (Agara) mengalami lumpuh total sekitar 10 jam lebih. Hal itu terjadi akibat longsor di kawasan Tetumpun kecamatan kecamatan Putri Betung, setelah daerah tersebut dilanda hujan deras sebelumnya, Minggu (21/11/2021).
Berdasarkan informasi yang diperoleh Serambinews.com, lintasan dari Blangkejeren menuju Kutacane terganggu dan lumpuh total dari pukul 23.00 WIB lebih kurang hingga pukul 09.00 WIB, kini arus transportasi mulai lancar dan normal kembali.
Bahkan, akibat longsor di Tetumpun puluhan kendaraan terjadi antrean panjang di lokasi itu, terutama kendaraan pribadi dan angkutan umum trayek Galus Medan. Hingga saat ini tumpukan material longsor sedang ditangani dan dibersihkan, meskipun arus transportasi sudah normal kembali.
"Arus transportasi Blangkejeren Kutacane sempat terganggu dan mengalami lumpuh total sekitar 10 jam lebih, setelah terjadi longsor di kawasan Tetumpun di Kecamatan Putri Betung dini hari,"sebut Herman Sopir Trayek Galus Medan dibenarkan sejumlah warga Putri Betung lainnya, kepada Serambinews.com, Senin (22/11/2021).
Baca juga: 10 Tahun Tari Saman Jadi Warisan Budaya Dunia, Ini Pesan Gubernur Aceh
Baca juga: VIDEO Resepsi Pernikahan Bule Amerika dengan Gadis Aceh, Benjamin Kenakan Pakaian Adat Ulee Balang
Menurut para sopir trayek itu, akibat longsor yang terjadi mulai dari pukul 23.00 WIB, Minggu (21/11/2021) menjelang dini hari hingga pukul 09.00 WIB lebih kurang arus transportasi mulai normal kembali, puluhan kendaraan sempa terjadi antrean panjang terutama dari arah Kutacane ke Blangkejeren. Bahkan di sekitar lokasi longsor tersebut masyoritas kendaraan pribadi dan angkutan umum berupa travel (taksi) trayek Galus Medan.
“Longsor yang terjadi dikawasan Tetumpun tersebut, kesannya sudah menjadi langganan longsor selama ini terutama disaat musim hujan deras, material longsor berupa pasir dan lumpur yang turun dari gunung itu, bahkan sudah ada beberapa kendaraan yang terjebak dan nyaris tertimbun longsor di Tetumpun sebelumnya, kondisi ini harus menjadi perhatian yang serius dan harus di prioritaskan oleh instansi terkait kedepannya," sebutnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pembersihan-material-longsor-di-gayo-lues.jpg)