Pemkab Didesak Tugaskan Guru ke Pulo Aceh
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Aceh Besar (HIMAB) mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar
JANTHO - Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Aceh Besar (HIMAB) mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk dapat mengirimkan tenaga pendidik di Kecamatan Pulo Aceh. Karena tak jarang pelajar di sana harus pulang karena tak ada guru.
Ketua Umum HIMAB, Dias Rahmatullah, Minggu (21/11/2021) mengatakan, kejadian ini terus berulang layaknya sebuah tradisi dan selalu menyita perhatian publik. "Ketidakhadiran guru di SDN Lampuyang Pulo Breuh sangat menyorot perhatian masyarakat dan dinilai lemahnya pengawasan Disdikbud Aceh Besar terhadap tenaga pendidik di daerah terluar di Pulo Aceh" ujarnya.
Dias juga menegaskan untuk dapat menegur keras sekaligus memberikan sanksi kepada guru yang tidak menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pendidik. "Adik-adik kami di sana berhak mendapatkan pendidikan yang layak, adanya kendala para guru-guru untuk hadir disana hanyalah urusan teknis," tegasnya.
"10 atau 20 tahun ke depan, bukan tidak memungkinkan pelajar asal Pulo Aceh menjadi generasi emas," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Dr Silahuddin, yang dikonfirmasi tak berhasil. Seperti diketahui sebuah video amatir warga, pada Sabtu 20 November 2021, terlihat anak-anak di Sekolah Dasar Negeri Lampuyang Kecamatan Pulo Aceh, harus pulang karena tidak ada satu pun guru yang hadir.(as)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/epala-dinas-pendidikan-aceh-drs-alhudri-mm-beserta-rombongan-meninjau-sman-1-pulo-aceh.jpg)