Jumat, 24 April 2026

Jurnalisme warga

Sofifi, Gambaran Sepi Ibu Kota Provinsi

Apakah ibu kota Provinsi Maluku Utara? Adalah keliru jika Anda menjawab Ternate. Ternate memang kota ‘terbesar’ di Maluku Utara

Editor: bakri
For Serambinews.com
ELLY WANI, ASN Pemerintah Aceh, melaporkan dari Sofifi, Maluku Utara 

OLEH ELLY WANI, ASN Pemerintah Aceh, melaporkan dari Sofifi, Maluku Utara

Apakah ibu kota Provinsi Maluku Utara? Adalah keliru jika Anda menjawab Ternate. Ternate memang kota ‘terbesar’ di Maluku Utara, tapi ia bukan ibu kota. Status ibu kota memang pernah disandang Ternate, tapi itu hanya sementara.

Sejak awal pembentukan Provinsi Maluku Utara pada tahun 1999 telah termaktub dalam undang-undang bahwa ibu kota provinsi berada di Sofifi. Dalam proses transisi, roda pemerintahan digerakkan di Ternate. Sementara itu, Kelurahan Sofifi yang terletak di Pulau Halmahera dipersiapkan pembangunan infrastrukturnya.

Peresmian Sofifi sebagai ibu kota provinsi dilakukan pada 4 Agustus 2010. Setelah itu pembangunan sejumlah infrastruktur  kantor pemerintahan mulai gencar dilakukan. Perumahan untuk ASN juga dibangun, mengingat mayoritas pegawai bertempat tinggal di Ternate dan Tidore.

Terpilihnya Sofifi sebagai ibu kota provinsi tak lepas dari kajian pengembangan kawasan kepulauan itu ke depan. Ternate sangat layak menjadi ibu kota provinsi apalagi kota itu telah masyhur jauh berabad sebelumnya. Namun, secara geografis ia bukanlah pilihan yang tepat. Ternate bukanlah pulau yang luas. Wilayahnya pun sudah padat. Tidak memungkinkan lagi dilakukan pengembangan di sana.

Selain itu, Kota Ternate berada di badan Gunung Gamalama yang merupakan gunung berapi aktif. Secara politis, Sofifi merupakan jalan tengah, alternatif pemilihan ibu kota antara Ternate dan Tidore.

Meskipun demikian,  jalan Sofifi menjadi ibu kota tidak terbentang mulus. Walaupun  berstatus ibu kota provinsi, sesungguhnya status kota itu tersandera. Ia bukanlah sebuah kota otonom. Secara administrasi, Sofifi hanya sebuah kelurahan di kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan. Ya, kota yang sedang bersolek itu masih merupakan bagian dari wilayah Tidore.

Konon, penunjukan Sofifi sebagai ibu kota provinsi telah menjadi pro kontra dari awal. Pihak Tidore termasuk yang kontra, karena pemekaran Sofifi dapat menggerus sebagian wilayah mereka.

Posisi Sofifi sangat strategis. Ia terletak di poros tengah Pulau Halmahera, yang merupakan pulau terbesar di Maluku Utara. Wilayah itu dapat diakses melalui jalan darat dari semua kabupaten di Halmahera. Ia juga dekat dengan pusat perekonomian di Ternate, maupun pulau penyangga di  Tidore.  Perjalanan dari Ternate menuju Sofifi dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 45 menit dengan menggunakan kapal cepat dan sekitar 30 menit naik speedboat.

Alternatif penyeberangan lain adalah menggunakan kapal feri dengan waktu tempuh yang lebih lama.

Merapat ke dermaga, hiruk pikuk pelabuhan terasa. Speedboat, yang merupakan alat transportasi utama pulau-pulau terdekat, ditambatkan cenderung lebih mudah dilakukan.

Menurut warga sekitar, dulunya pusat kota merupakan kawasan kebun kelapa. Jejak kebun kelapa itu masih dapat ditemukan tak jauh dari pusat perkantoran kota Sofifi. Kita dapati jalan raya lebar dua jalur yang kiri kanannya bukan pertokoan maupun gedung-gedung tinggi, melainkan deretan kebun luas dan beberapa rumah warga.

Jalannya lebar dan mulus, bukan hanya jalan utama, jalan di kompleks perumahan pun lumayan lebar. Suasana lengang menjadikan jalan tersebut terasa semakin lebar. Saking lengangnya, kendaraan roda empat pun bisa memutar balik dengan melawan arus.

Kejadian ini saya alami beberapa kali, tak jauh dari kantor DPRD. Tentu saja saya takjub. Lebih takjub lagi ketika menyadari tidak ada lampu merah di kota ini. Di persimpangan dan bundaran kendaraan meluncur mulus tanpa hambatan. Adalah hal yang wajar sebenarnya. Suasana jalan yang sepi menyebabkan lampu merah masih tidak terlalu dibutuhkan.

Saking sepinya, lokasi bazar STQ juga tidak terlalu ramai pengunjung. Satu-satunya keramaian yang saya lihat di kota ini adalah pada malam pembukaan STQ. Orang-orang membeludak memenuhi jalan. Tidak mengherankan, itu adalah event nasional pertama di Kota Sofifi. Warga menyambut antusias. Sebagian besar mungkin juga tidak berasal dari Sofifi

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved