Breaking News:

Berita Kutaraja

DJPb Aceh Terapkan Barcode Vaksin untuk Masuk Kantor, Pegawai dan Pengunjung Wajib Scan

Kakanwil DPJb Aceh, Syafriadi mengatakan, jika hasil pemindaian QR Code berwarna hijau atau kuning, maka pengunjung diperbolehkan masuk gedung kantor.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Saifullah
serambiontv
Mahasiswa berusia 22 tahun nekat mentato tubuhnya bergambar barcode sertifikat vaksin Covid-19 dan menjadi viral di media sosial. 

Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBIBNEWS.COM BANDA ACEH - Sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di lingkungan kantor, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh menambah penerapan protokol kesehatan dengan menerapkan penggunaan scan Quick Response Code (QR Code) melalui aplikasi PeduliLindungi di setiap akses pintu masuk gedung.

Setiap pegawai dan pengunjung diwajibkan melakukan pemindaian (scan) QR Code melalui aplikasi Pedulilindungi sebelum memasuki gedung Kanwil DJPb Provinsi Aceh.

Kakanwil DPJb Aceh, Syafriadi mengatakan, jika hasil pemindaian QR Code berwarna hijau atau kuning, maka pengunjung diperbolehkan masuk gedung kantor.

“Namun apabila hasil pemindaian berwarna merah atau hitam maka pengunjung tidak diperbolehkan masuk ke Gedung Kanwil DJPb Provinsi Aceh,” tegasnya.

Aplikasi PeduliLindungi adalah aplikasi yang dikembangkan untuk membantu instansi pemerintah dalam melakukan pelacakan untuk menghentikan penyebaran Covid-19.

Aplikasi ini mengandalkan partisipasi masyarakat untuk saling membagikan data lokasinya saat bepergian agar dapat dilakukan penelusuran riwayat kontak dengan penderita Covid-19. 

Baca juga: Ingin Buat SIM dan Pelayanan Lain di Satlantas Polres Aceh Tamiang, Wajib Barcode Vaksin Lebih Dulu

Katanya, pengguna aplikasi ini juga akan mendapatkan notifikasi jika berada di keramaian atau berada di zona merah, yaitu area atau kelurahan yang sudah terdata bahwa ada orang yang terinfeksi Covid-19 positif atau ada Pasien Dalam Pengawasan.

Penggunaan aplikasi PeduliLindungi memberikan kebaikan dari sisi instansi dan juga dari sisi masyarakat (pengguna). 

"Jadi dua arah, tidak hanya Kanwil DJPb Provinsi yang memastikan bahwa pegawai/pengunjung ‘bersih’ dari Covid-19, tapi juga pegawai/pengunjung akan merasa aman karena yakin semua pegawai/pengunjung bersih dari Covid-19," ujarnya.

Setiap pegawai dan/atau pengunjung dapat mengunduh aplikasi PeduliLindungi secara gratis melalui Google Playstore (Android) dan App Store (iOS). Setelah aplikasi diunduh dan dipasang, pengguna diwajibkan mengisi data pribadi seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor telepon dan email.

Melalui sinkronisasi data NIK, riwayat vaksinasi dan lokasi yang pernah dikunjungi oleh pengguna akan ditampilkan dalam aplikasi tersebut.

\Dalam aplikasi PeduliLindungi juga terdapat fitur yang bisa menunjukkan hasil tes PCR atau swab antigen dari laboratorium yang terafiliasi dengan pemerintah.

Dengan adanya informasi lokasi pengguna yang dibagikan saat bepergian memudahkan pemerintah mengawasi dan mendeteksi pergerakan orang-orang yang terpapar Covid-19 selama 14 hari ke belakang.

“Pemerintah jadi lebih mudah mengidentifikasi dan mendeteksi masyarakat melalui lacak data lokasi dan informasi secara digital,” urainya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved