Internasional
Badai Salju Hantam Jalur Gaza, Musim Dingin Ancam Kehidupan Warga
Hujan badai salju pertama menghantam kawasan Jalur Gaza, Palestina. Sejumlah rumah yang rusak dihantam perang Mei 2021, merasakan dinginnya cuaca.
SERAMBINEWS.COM, BEIT LAHIYA - Hujan badai salju pertama menghantam kawasan Jalur Gaza, Palestina.
Sejumlah rumah yang rusak dihantam perang Mei 2021, merasakan dinginnya cuaca.
Seperti yang dialami seorang warga Jalur Gaza, Ghalia Al-Attar.
Dia mengatakan retakan di dinding dan atap telah menyebabkan air dingin masuk ke dalam rumahnya.
Dilansir AP, Kamis (25/11/2021), janda itu bersama anak dan cucunya harus menyebarkan ember di lantai untuk menampung air dari atap.
Rumah mereka termasuk di antara puluhan ribu yang rusak selama perang Jalur Gaza 11 hari pada Mei 2021 antara Israel dan Hamas.
Ratusan rumah hancur total, dan upaya rekonstruksi belum juga dimulai.
Keluarga seperti Al-Attar telah memperbaiki keadaan sebaik mungkin.
Tetapi musim dingin di wilayah tepi laut itu membawa malam yang dingin dan hujan badai secara berkala.
Baca juga: Mesir Mulai Bangun Kembali Jalur Gaza yang Hancur Dibombardir Israel
“Saya belum pernah melihat malam yang lebih buruk dari itu,” kata Al-Attar keesokan harinya.
Dia dan kerabatnya membentangkan selimut dan kasur di atas tali hingga kering.
Kota pertanian Beit Lahiya, dekat perbatasan Israel, terkena serangan udara Israel selama perang.
Beberapa rumah di sekitarnya rusak, dan pohon-pohon dihancurkan oleh pecahan peluru.
Israel mengatakan hanya membidik sasaran militer dan melakukan segala upaya untuk menyelamatkan warga sipil.
Tetapi lebih dari 250 orang tewas di Gaza, lebih dari setengahnya warga sipil dan 13 orang tewas di pihak Israel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rumah-rusak-di-jalur-gaza-palestina.jpg)