Senin, 13 April 2026

Berita Pidie

Cara Halau Gajah Liar Masuk ke Kebun, Ternyata Warga Harus Tanam Tanaman Jenis Ini

Ia menjelaskan, tanaman yang ditanam di jalur lintasan gajah yang tidak disukai binatang itu. Adalah jenis tanaman yang ditanam adalah jeruk nipis,

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Kawanan gajah liar berkeliaran di kebun warga di Pidie. 

Ia menjelaskan, tanaman yang ditanam di jalur lintasan gajah yang tidak disukai binatang itu.  Adalah jenis tanaman yang ditanam adalah jeruk nipis, jeruk lemon, jeruk perut, pala, kemiri, kopi, dan lada. 

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM,SIGLI - Kawanan gajah liar sering mengganggu kebun petani di Pidie. 

Selama ini, petani di Pidie mengusir satwa langka itu dengan meledakkan mercon.

Namun, Bidang Pengembangan Kawasan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh bersama BKSDA Aceh, menawarkan kepada petani cara ampuh menghalau satwa liar itu.

"Upaya jangka panjang penanganan gajah liar, perlu dilakukan penyesuaian komoditi tanaman yang ditanam di jalur lintasan gajah," kata Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, Erwin Fedinansyah, kepada Serambinews.com, Kamis (25/11/2021).

Ia menjelaskan, tanaman yang ditanam di jalur lintasan gajah yang tidak disukai binatang itu. 

Adalah jenis tanaman yang ditanam adalah jeruk nipis, jeruk lemon, jeruk perut, pala, kemiri, kopi, dan lada. 

Baca juga: Gangguan Gajah di Pidie Sudah 62 Kali Terjadi di Sepuluh Kecamatan

Menurutnya, petani jangan menanam komoditi tanaman yang disukai gajah pada jalur yang sering dilintasi binatang dilindungi itu.

Antara lain, pinang, sawit, pisang, kelapa, nenas dan jenis tanaman umbi-umbian lainnya.

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah telah memasang kawat kejut di kawasan Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Paya Guci, Kecamatan Tangse, Pidie, Minggu (22/11/2021), agar gajah liar tidak masuk ke pemukiman warga.

Tentunya pagar kejut listrik itu, kata Erwin, bukan solusi tunggal dalam penanganan konflik gajah dengan manusia di UPT Paya Guci.

Sebab, sifat gajah yang terus belajar untuk mencari jalur lainnya, yang dapat dilewati sebagai daerah jelajah baru menuju ke pemukiman penduduk. 

"Konflik manusia dengan gajah kerap terjadi, khususnya di kawasan permukiman transmigrasi. Sebab, letak UPT yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan," jelasnya.

Ia merincikan, ada beberapa UPT yang masuk dalam peta rawan konflik gajah liar. 

Yakni, UPT Paya Guci, UPT Geumpang SP 3 dan SP 5 di Pidie, UPT Panton Limeng di Pidie Jaya dan UPT.Jalung di Bener Meriah, 

Lalu, UPT Pameu SP 3 di Aceh Tengah, UPT Lubok Pusaka di Aceh Utara dan UPT Ketubong Tunong di Nagan Raya. (*)

Baca juga: Halau Gajah Liar dari Permukiman Penduduk, Disnakermobduk dan BKSDA Pasang Kawat Kejut di Tangse 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved