Breaking News:

Internasional

Komisi Pemilihan Umum Libya Tolak Seif Al-Islam Qaddafi Mendaftar Sebagai Capres

Komisi Pemilihan Umum (HNEC) Libya menolak Seif Al-Islam Qaddafi sebagai calon presiden (capres). Putra diktator yang dibunuh Muammar Qaddafi telah

Editor: M Nur Pakar
(AFP)
Putra kedua mendiang pemimpin Libyar Muammar Gaddafi, Seif al-Islam Gaddafi 

SERAMBINEWS;COM, TRIPOLI - Komisi Pemilihan Umum (HNEC) Libya menolak Seif Al-Islam Qaddafi sebagai calon presiden (capres).

Putra diktator yang dibunuh Muammar Qaddafi telah merencanakan mencalonkan diri untuk bersaing dengan calon lainnya.

Namun, dia dicari oleh Pengadilan Kriminal Internasional atas tuduhan kejahatan perang.

Seif Al-Islam, mendaftar untuk mencalonkan diri pada 14 November 2021, termasuk di antara 25 kandidat lainbnya.

Tetapi, pencalonannya telah ditolak, kata Komisi HNEC dalam sebuah pernyataan, sepeti dilansir AFP, Kamis (25/11/2021).

Penolakan itu berdasarkan informasi dari jaksa penuntut umum, kepala polisi dan kepala departemen paspor dan kewarganegaraan.

Baca juga: Libya Miliki 10 Calon Presiden, Mantan Perdana Menteri Sampai Putra Gadaffi

Dalam pengumuman yang mengejutkan, Seif, yang keberadaannya telah dirahasiakan selama beberapa bulan, menjadi kandidat kelas berat untuk capres.

Dia telah dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan Tripoli pada 2017.

Seif dituduh ikut melakukan kejahatan selama pemberontakan yang menggulingkan ayahnya.

Dia kemudian diampuni oleh pemerintahan saingan di Libya timur.

Baca juga: Saif al-Islam, Putra Mantan Diktator Libya Calonkan Diri Sebagai Presiden Libya

Pada Juli 2021, dia muncul dalam bayang-bayang dan mengatakan kepada The New York Times merencanakan kembali ke negaranya.

Dalam sebuah wawancara langka, Seif mengatakan ingin memulihkan persatuan yang hilang di Libya setelah satu dekade kekacauan.

Komisi pemilihan Libya mengatakan dari total 98 kandidat, termasuk dua wanita, telah mendaftar.

Mereka mencalonkan diri dalam pemilihan presiden yang dijadwalkan pada 24 Desember 2021.(*)

Baca juga: Migran Hadapi Siksaan Berat di Libya, Bayar Denda Sampai Jadi Budak

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved