Jumat, 24 April 2026

Ramai Soal Unggahan Data Pribadi Lewat Stiker Hingga Muncul Kejahatan, Ini Kata Pengamat Medsos

Pengamat media sosial Enda Nasution menyebutkan, sesungguhnya risiko yang sama atau kasus pencurian data pribadi tidak hanya terdapat dalam fitur "Add

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Mursal Ismail
Tangkapan Instagram
Stiker "Add Yours", fitur baru Instagram yang kini sedang trend di kalangan penggunanya dengan sejumlah tantangan. 

Ia menyebut, setiap informasi yang dibagikan di media sosial memang memiliki risiko keamanan untuk dimanfaatkan oleh orang lain dalam kejahatan. "

Selalu ada spektrum antara keamanan dan informasi yang kita bagikan. Kalau mau aman sama sekali ya tidak ikut posting apa pun, di 'Add Yours' atau posting lainnya," tegas Enda.

Namun, hal ini bukan berarti para pengguna tidak bisa menggunakan fitur-fitur di media sosial.

Pemerhati keamanan Siber Yerry Niko juga memberikan tanggapan soal trend stiker "Add Yours" yang ramai digunakan oleh pengguna Instagram.

Dikatakan Yerry, fitur tersebut merupakan suatu permainan yang bisa membuat penggunanya terkecoh.

Menurut dia, fitur Add Yours juga membawa trend kemunduran dari apa yang disampaikan pengguna Instagram.

Baca juga: Kebijakan Facebook Tahun Depan, Hapus Iklan Sensitif Soal Praktik Agama hingga Orientasi Seksual

"Ini permainan lumayan bahaya ya, walau kelihatan sepele, karena membuka informasi personal di muka umum yang sering kali memicu konsekuensi yang tidak terpikirkan," ujar Yerry seperti dikutip dari Kompas.com dalam pemberitaannya Kamis (24/11/2021).

"Saya menganggap tren ini membawa kemunduran meski bungkusnya seperti keterbukaan," lanjut dia.

Lemahnya perlindungan data

Lebih lanjut Yerry mengungkapkan, masyarakat Indonesia saat ini tengah dihadapkan dengan budaya permisif, di mana mengesampingkan soal perlindungan data.

Ia mengatakan, permainan seperti fitur Instagram "Add Yours" ini tidak akan digubris atau tidak akan laku di negara yang menggagas pentingnya perlindungan data pribadi.

"Misalnya di Singapura, kuis model begini enggak akan laku, tapi di sini laku, memang artinya butuh lebih banyak lagi informasi, pembelajaran soal pentingnya melindungi data pribadi," ujar Yerry.

Hal ini ditekankan menilik banyaknya efek negatif dan merugikan yang sangat nyata.

Beberapa kasus akibat bocornya informasi data pribadi yakni kasus penipuan, peretasan akun, dan lainnya.

Amankah jika ikuti trend itu?

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved