Breaking News:

Berita Pidie

BMA Salur Zakat Rp 54,5 Juta Bagi 14 Anak Telantar dan Korban KDRT di Pidie

Baitu Mal Aceh (BMA) menyalurkan dana zakat Rp 54,5 Juta peduli bagi anak terlantar dan korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Kabupaten Pidie

Penulis: Idris Ismail | Editor: Muhammad Hadi
For Serambinews.com
Ketua Baitul Mal Aceh, Prof Dr Nazaruddin A Wahid MA. 

Laporan Idris Ismail I Pidie 

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Baitu Mal Aceh (BMA) menyalurkan dana zakat Rp 54,5 Juta peduli bagi anak terlantar dan korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Kabupaten Pidie, Jumat (26/11/2021). 

Ketua BMA, Prof Dr Nazaruddin A Wahid MA kepada Serambinews.com  Jumat (26/11/2021) mengatakan, penyaluran dana peduli bagi 14 anak terlantar dan korban KDRT di Kabupaten Pidie sebagai program wujud kepedulian dengan tujuan untuk meringankan beban hidup sekaligus memberdayakan dalam sektor perekonomian.

"Meski tergolong relatif minim, namun bantuan ini juga dapat  mengurangi beban traumatik atau psikis  mereka," katanya.

Baca juga: Peringati HKN, Wabup Abdya Apresiasi Kerja Tenaga Kesehatan Perangi Covid-19

Menurut Prof Nazar sapaan akrabnya bahwa pihak BMA sebelum melakukan penyaluran, pihak amil terlebih dahulu melakukan verifikasi faktual dengan mendatangi langsung kediaman ke 14 sasaran sejak satu bulan sebelumnya dengan melibatkan pihak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten. 

Setelah data akurat, maka BMA langsung mentransfer dana bantuan zakat kepada  penerima.

"Ini langkah yang dilakukan agar bantuan ini benar-benar tepat sasaran," jelasnya.

Sementara itu, staf Pengelola Kasus Perempuan P2TP2A Kabupaten Pidie, Nurmalawati, Kamis (25/11/2021) kepada Serambinews.com, mengatakan, dari 14 penerima bantuan berasal dari Kecamatan Padabg Tiji, Pidie, Delima, Peukan Baro, Titeu, Kota Sigli, Keumala dan Sakti.

Selanjutnya Kecamatan Batee, Mutiara, Mutiara Timur, serta Kecamatan Tangse.

Baca juga: Kakek 61 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia, Terbaring di Atas Sajadah dengan Kondisi Sudah Membusuk

“Untuk teknis penyalurannya, kami selaku pendamping yang mendatangi langsung mustahik dan mengarahkan ke bank yang terdekat dengan mareka.

Selesai penarikan uang, kami juga yang mendampingi mareka untuk pembelian barang-barang yang diperlukan,” kata Nurmalawati.

Ditambahkan,  para mustahik yang telah didampingi itu diantaranya berbelanja untuk keperluan usaha dagang baik bakso gorengan, menjahit, kios serta untuk kebutuhan sekolah dan daya atau pesantren. (*)

Baca juga: Ibu Hadidah Tiga Tahun Terbaring di Rumah, Haji Uma Biayai Pengobatan ke Rumah Sakit

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved