Internasional
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Varian Baru Virus Corona Bernama B.1.1.529
Ilmuwan Afrika Selatan telah mengidentifikasi varian baru virus Corona pekan ini. Mereka mengatakan ditemukan saat lonjakan infeksi Covid-19
Lawrence Young, ahli virologi di University of Warwick, menggambarkan varian itu sebagai versi virus yang paling banyak bermutasi yang pernah dilihat.
Dia mengatakan itu mengkhawatirkan, meskipun varian itu hanya terdeteksi di tingkat rendah di beberapa bagian Afrika Selatan.
Tetapi, katanya, sepertinya menyebar dengan sangat cepat.
Dr Anthony Fauci, dokter penyakit menular terkemuka AS mengatakan telah mengatur panggilan dengan rekan-rekan Afrika Selatan mereka pada Jumat (26/11/2021).
Disebutkan, hal itu untuk mengetahui rincian lebih lanjut.
Fauci mengatakan belum ada indikasi varian itu tiba di Amerika Serikat.
Francois Balloux, Direktur Institut Genetika di University College London mengatakan tidak mungkin membuat prediksi tentang varian baru virus Corona itu.
Dikatakan, apakah lebih berbahaya atau menular berdasarkan susunan genetiknya saja.
Baca juga: UEA Umumkan Kasus Terendah Virus Corona, Izinkan Vaksin Covid-19 Pfizer-BioNtech untuk Anak-anak
Sementara itu, peningkatan pesat baru-baru ini dalam Covid-19 di Afrika Selatan, untuk membatasi perjalanan dari kawasan itu bijaksana,” kata Neil Ferguson, pakar penyakit menular di Imperial College London.
Balloux dari University College London mengatakan jika varian baru ternyata lebih menular daripada delta, pembatasan baru akan berdampak kecil.
Tetapi masih bisa memberi Inggris waktu untuk meningkatkan tingkat vaksinasi dan meluncurkan intervensi lain.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/suntikan-vaksin-covid-19-di-afrika-selatan.jpg)