Kamis, 9 April 2026

Berita Langsa

Wamenkes RI Buka Pertemuan Peningkatan Kapasitas dan Integritas Program Krisis Kesehatan

Peningkatan kapasitas dan integritas program krisis kesehatan dengan Disasster Medical Teams (DMTS) ini untuk memperkuat Health Security.

Penulis: Zubir | Editor: Taufik Hidayat
Foto Kiriman Edy
President InWCCA Ners Edy Mulyadi M.Kep. RN, WOC (ET) N bersama Wamen Kemkes, Kepala Pusat Krisis Kesehatan, dan Ketua Yayasan AGD 118. 

Laporan Zubir | Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - President InWCCA bersama penggiat kemanusian dari berbagai elemen masyarakat seperti dokter, nurse, lembaga keagamaan dan sosial lainnya, mengikuti pertemuan peningkatan kapasitas dan integritas program krisis kesehatan dengan Disasster Medical Teams (DMTS) se- Indonesia untuk memperkuat Health Security. 

Pertemuan diselengarakan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan ini dibuka oleh Wakil Menteri Kesehatan dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, PhD, berlangsung sejak tanggal 25 – 27 November 2021, di Hotel Avencel Cibubur.

Kegiatan ini juga membahas tentang bencana alam, seperti gempa bumi, angin puting beliung, badai hebat dan banjir mempengaruhi ribuan orang setiap tahun di Indonesia. 

Lembaga yang hadir yaitu Emergency Medical Teams (EMTs) Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, Kwartir  Nasional (Kwarnas) Pramuka, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).

Lalu, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim, Nahdlatul Ulama, Persekutuan Pelayanan Kristen untuk Kesehatan di Indonesia (PELKESI), Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia (PERDHAKI).

Bidang Kesehatan dan Sosial Kemanusiaan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Aksi Cepat Tanggap, Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI).

Yayasan Ksatria Airlangga, Yayasan Dokter Peduli Indonesia, Medecins Sans Frontieres (MSF) Indonesia, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), Yayasan Dompet Dhuafa, Ambulans 118.

Indonesian Wound Care Clinician Associate (InWCCA), Perhimpunan Tim Bantuan Medis (TBM), dan Mahasiswa Kedokteran Indonesia.

Baca juga: Pelatih Asal Jerman, Ralf Rangnick Calon Kuat Bos Sementara Manchester United

President InWCCA Ners Edy Mulyadi M.Kep. RN, WOC (ET) N, Kamis (25/11/2021) mebeutkan, bencana alam, seperti gempa bumi, angin puting beliung, badai hebat dan banjir mempengaruhi ribuan orang setiap tahun di Indonesia. 

Mereka sering kali tidak terduga dan dapat membuat seluruh komunitas terluka dan shock. Tergantung pada sifat bencana, misalnya gempa bumi atau banjir, luka dapat terkontaminasi dengan kotoran, lumpur, air laut, dan puing-puing. 

Selain itu, masyarakat yang mengalami bencana akan mengalami tekanan emosional, seperti kecemasan dan ketakutan, sulit tidur dan gejala psikologis lainnya. 

Menurutnya, Indonesian Wound Care Clinician Association (InWCCA) dimulai setelah gempa bumi dahsyat di Piddie, Aceh Jaya, pada tahun 2016.

Setelah terus mendukung orang-orang yang terluka selama semua bencana berikutnya seperti lombok, palu, lampung dan sulawesi barat, termasuk banjir yang terjadi di Jakarta. Anggota tim InWCCA akan tinggal antara 3 minggu dan 3 bulan untuk membantu manajemen luka.

Peningkatan kapasitas dan integritas program krisis kesehatan dengan Disasster Medical Teams (DMTS) se Indonesia untuk memperkuat Health Security. 

Baca juga: Ngeri, Video CCTV Sepmor Kecelakaan Akibat Terperosok ke Lubang di Jalan Keunire, Ayah Peluk Anak

Baca juga: Bangladesh Kirim Lagi Ratusan Pengungsi Rohingya ke Pulau Terpencil di Teluk Benggala

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved