Berita Lhokseumawe
Dosen Unimal Kenalkan Inovasi Produk Olahan Ikan
Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang keberagaman olahan hasil laut yang ada di sekitar lingkungan masyarakat.
Penulis: Jafaruddin | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Jafaruddin | Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Malikussaleh mengenalkan inovasi produk olahan hasil laut dan cara membuatnya kepada ibu-ibu Gampong Pusong Lama Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe. Antara lain cara membuat Empek-empek dan Kemplang/Kerupuk dan jenis lainnya.
Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang keberagaman olahan hasil laut yang ada di sekitar lingkungan masyarakat Pusong Lama.
Dosen yang terlibat dalam Program Pengabdian Kepada Masyarakat, Likdanawati MSi, Cut Melita Putri MSi dan Hamdiah MSi. “Selama ini, ikan Barakuda atau ikan alu-alu hanya dijadikan masyarakat sebagai ikan asin,” ujar Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Likdanawati MSi, dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Minggu (28/11/2021).
Ikan barakuda tersebut kata Likdanawati, banyak sekali didapatkan para nelayan yang berada di daerah Pusong. Namun, pemanfaatan ikan tersebut belum bernilai tinggi.
Karena itu, beberapa dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unimal, tertarik untuk memberikan pelatihan tentang inovasi produk olahan hasil laut kepada ibu-ibu rumah tangga di kawasan Pusong, diantaranya dijadikan Empek-empek dan Kemplang/ Kerupuk.
Sebab ikan tersebut selain karena harganya yang murah, juga mudah didapatkan. “Pelatihan yang kita adakan itu diikuti 35 peserta, ibu-ibu dari Pusong,” ujar Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat.
Baca juga: Berkunjung ke Subulussalam, Menikmati Sensasi Masakan Tradisional di Warung Anis
Baca juga: Produsen Tempe Keluhkan Kenaikan Harga Kedelai Empat Kali dalam Satu Bulan
Pelatihan itu diawali dengan penyampaian materi dan cara membuatempek dan kerupuk denganmenggunakan bahanikan barakuda,dan bahan lainnya seperti tepung tapioka, telur, bawang putih, garam dan gula.
“Proses pembuatannya sangat mudah dengan cara mengaduk bahan bahan tersebut dengan perlahan sehingga ketika dibentuk hasilnya rapi dan lembut,” ungkap Likdanawati.
Diharapkan ibu-ibu yang sudah mengikuti pelatihan dapat membuat produk olahan ikan dengan baik dan mempunyai nilai jual sehingga dapat membantu perekonomian keluarga .
Seorang peserta Kasmani menyampaikan pelatihan tersebut bermanfaat bagi ibu- ibu yang tinggal di kawasan Pusong, karena dapat dapat meningkatkan ketrampilanmengolah hasil lautmenjadi lebih bernilai.b
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ibu-ibu-diajari-cara-mengolah-ikan.jpg)