Selasa, 21 April 2026

Maulid

Maulid BPPA di Jakarta Meriah dengan Idang Meulapeh dan Kuah Beulangong

Juga sajian kuah beulangong yang dimasak Kombes Deddy Tabrani, putra Aceh yang sangat mahir mengolah masyakan kuah beulangong sekaligus mengkoordinasi

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Sebagian hidangan Meulapeh. 

Laporan Fikar W Eda I Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Aceh melalui Kantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan silaturrahmi masyarakat Aceh di Mess Aceh Menteng, Jakarta, Minggu (28/11/2021).

Hadir sejumlah organisasi masyarakat Aceh yang berdomisili di Jabodetabek.

Ketua Umum Taman Iskandar Muda Surya Darma mengatakan momentum Maulid ini sekaligus dimanfaatkan untuk mempererat silaturrahmi Aceh di perantauan.

Gubernur Aceh Nova Iriansyah diwakili Staf Ahli Bidang Keistimewaan, Bukhari MM.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diisi dengan zikir maulid dari grup zikir masyarakat Nagan Raya Jabodetabek dan dimeriahkan pula dengan sajian hidangan meulapeh, sajian khas maulid.

Juga sajian kuah beulangong yang dimasak Kombes Deddy Tabrani, putra Aceh yang sangat mahir mengolah masyakan kuah beulangong sekaligus mengkoordinasikan tim kuah beulangong.

Baca juga: Agil Mughni dan Aida Sasmitha Duta Pelajar Sadar Hukum Aceh 2021, Ini Pesan Kadisdik & Kajati Aceh

Idang meulapeh (hidangan berlapis yang berisi aneka menu) merupakan pemandangan khas perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Di Jakarta perayaan maulid dengan sajian Idang Meulapeh diselenggarakan masyarakat Ikatan Keluarga Nagan Raya (IKNR) sejak 1990.

Masyarakat Nagan pula yang mencatatkan Idang Meulapeh meraih rekor dunia Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai hidangan terbesar, pada 2015.

Dalam perayaan maulid kali ini, masyarakat menyumbangkan 14 Idang Meulapeh, hidangan paling menarik perhatian karena disajikan dengan kemasan warna warni.

Zikir Maulid

Perayaan maulid tersebut diiringi dangan lantunan zikir maulid yang dibawakan sangat kompak oleh kelompok zikir masyarakat Nagan.

Lantunan zikir terus menggema sampai tiba saatnya seluruh idang meulapeh dibuka dan masyarakat yang hadir duduk bersila menyantap seluruh hidangan.

Baca juga: Dosen Unimal Ajar Ibu-ibu Olah Ikan Barakuda Jadi Empek-Empek, Lebih Bernilai Dibanding Ikan Asin

Banta B Alwi, tokoh Nagan, yang memandu jalannya pembagian hidangan menyebutkan, panitia telah menyiapkan hidangan yang cukup untuk seluruh peserta maulid.

“Pajoh betroe peuwo beuna," katanya. Maknanya "makan yang kenyang, juga jangan lupa bawa pulang," kata Banta Umar B Alwy melalui pengeras suara.

Gubernur Aceh diwakili Bukhari MM menyebut tradisi menggelar Maulid Nabi, merupakan tradisi khasanah Aceh dalam merawat adat budaya.

Maulid selain sebagai momen meneladani kehidupan Nabi Besar Muhammad SAW dan sekaligus menjadi renungan bersama untuk evaluasi dan introspeksi diri dalam meneladani khidupan Nabi Besar Muhammad SAW.

Hadir sejumlah tokoh Aceh, antara lain Menteri ATR Sofyan A Djalil, mantan Menteri BUMN Mustafa Abubakar, mantan Dubes RI untuk Australia Hamzah Thaib, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Safrizal ZA, anggota DPR RI Rafli Kande dan banyak tokoh lainnya.

Menteri Sofyan A Djalil menyebut peristiwa maulid sangat penting artinya bagi masyarakat Aceh. Tradisi ini terus berlangsung sampai sekarang.

Baca juga: Pemko Lhokseumawe Salurkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakaran KP-3 Banda Sakti

Tausyiah Maulid disampaikan ulama Aceh, Tgk Yusuf Abdul Wahab yang populer dipanggil Tu Sop.

Ia menyerukan agar terus meneladani kehidupan Rasulullah untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved