Jumat, 5 Juni 2026

Harga Kedelai

Produsen Tempe Keluhkan Kenaikan Harga Kedelai Empat Kali dalam Satu Bulan

Mudasir mengatakan, di Banda Aceh dan Aceh Besar, ada sekitar 12-15 orang produsen tempe dan tahu. Akibat kenaikan harga bahan baku tempe dan tahu, me

Tayang:
Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Seorang pedagang tempe di lokasi Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar, sedang menunggu pembeli, Minggu (28/11/2021). 

Begitu juga dengan menjual tempenya. Pada saat harga kacang kedelai masih berkisar Rp 480.000-Rp 500.000/sak, sebut Mudasir, tempe ukuran petak besar dijual dengan harga Rp 8 potong Rp 10.000/bungkus, ukuran petak kecil dijual 10 potong Rp 10.000/bungkus.

Sementara untuk tahu, 20 potong dijual dengan harga Rp 10.000/bungkus, sebelum harga kacang kedelai naik, 24 potong dijual seharga Rp 10.000/bungkus.

Sebagai produsen tempe dan tahu, kata Mudasir dan Ridwan, pihaknya sangat berharap, Pemerintah perlu turun tangan untuk mengatasi lonjakan harga bahan baku tempe dan tahu, yang kenaikan harganya sudah menembus angka Rp 550.000/sak.

“Barangnya memang tersedia di tingkat pedagang, tapi harganya terus melonjak,” ujar Mudasir dan Ridwan.

Aldy Safrullah, salah seorang pedagang kacang kedelai di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar yang dimintai penjelasannya terkait kenaikan harga kacang kedelai kepada Serambinews.com, Minggu (28/11) mengatakan, dalam bulan ini dirinya sering kali ditanya oleh produsen tempe dan tahu, terkait kenaikan harga kacang kedelai, yang berulang kali.

"Para produsen tempe dan tahu sering kali bertanya kepada kami, kenapa harga tebus kacang kedelai bolak balik naik dan angka kenaikannya cukup tinggi, per saknya berkisar Rp 25.000 – Rp 50.000," kata Aldy.

Menanggapi sejumlah pertanyaan pelanggannya, Aldy Safrullah mengatakan, harga kacang kedelai naik, karena harga tebus ditingkat penyalur besarnya di Medan, Sumut, sudah naik.

Produsen tempe dan tahu menyatakan, kata Aldy, idealnya harga bahan baku tempe dan tahu itu berkisar antara Rp 6.000 – Rp 7.000/Kg atau Rp 300.000 – Rp 350.000/sak, sekarang ini sudah mencapai Rp 550.000/sak atau Rp 11.000/Kg.

Menurut produsen tempe dan tahu, harga kacang kedelai sebagai bahan baku tempe dan tahu saat ini, sudah sangat memberatkan mereka, karena itu, pada saat mereka membeli kacang kedelai ke toko ini, harga kacang kedelainya lebih dulu ditanya apa naik lagi, setelah itu baru mereka menyebutkan jumlah kacang kedelai yang mau dibeli.

Sebelum harga kacang kedelai naik menembus angka Rp 550.000/sak, sebut Aldy, omzet penjualan kacang kedelai bisa mencapai 60 – 70 sak/hari, sekarang ini setelah harganya naik, omset penjualannya turun menjadi 40 – 50 sak/hari.

Kacang kedelai yang ada di Pasar Induk Lambaro ini, kata Aldy, bersumber dari Medan, Pedagang di Medan, mengimpornya dari Amerika, melalui Pelabuhan Laut, Belawan.

Importir kacang kedelai di Medan, yang dimintai penjelasannya kenapa harga kacang kedelai terus meningkat pada bulan ini, karena harganya memang sudah naik di Amerika dan barangnya juga, sudah mulai terbatas di sana.

Aldy menganalisis, kenaikan harga kacang kedelai impor sangat tinggi, karena produksi kacang kedelai/kacang kuning lokal, sedikit. Informasi dari pihak pertanian di daerah, jumlah petani yang tanam kacang kedelai sejak tahun 2020 sampai 2021 ini, dalam satu lokasi tidak sampai ratusan hektar, kalaupun ada yang tanam di setiap lokasi sekitar 1 – 2 hektare.

“Petani di Aceh saat ini, kurang berminat menanam kacang kedelai, karena pada saat panen, harga kacang kedelai sering jatuh berkisar Rp 5.000 – Rp 6.000/Kg, sementara setalah panen harganya naik sangat tinggi mencapai antara Rp 9.000 – Rp 11.000/Kg, seperti kondisi saat ini,” ujar Aldy.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved