Berita Nagan Raya

Giliran Kuala Nagan Raya Galakan Barisan Subuh, Ini Pesan Sekda

Barisan Subuh (Basuh) keliling yang sebelumnya digelar di masjid dalam Kecamatan Seunagan, Nagan Raya, kini mulai digalakan di wilayah Kecamatan Kuala

Penulis: Rizwan | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Barisan Subuh (Basuh) keliling yang sebelumnya digelar di masjid dalam Kecamatan Seunagan, Nagan Raya, kini mulai digalakan di wilayah Kecamatan Kuala. Basuh perdana di Kuala dipusatkan di Mesjid Baitul Izzah, Kompleks Pesantren Abu Manaf, Gampong Ujong Patihah, kecamatan setempat, Minggu, (28/11/2021) subuh 

Laporan Rizwan | Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE -  Barisan Subuh (Basuh) keliling yang sebelumnya digelar di masjid dalam Kecamatan Seunagan, Nagan Raya, kini mulai digalakan di wilayah Kecamatan Kuala.

Basuh perdana di Kuala dipusatkan di Mesjid Baitul Izzah, Kompleks Pesantren Abu Manaf, Gampong Ujong Patihah, kecamatan setempat, Minggu, (28/11/2021) subuh.

Dalam basuh di Kecamatan Kuala dihadiri Sekda Ardimartha, Asisten I Setdakab Nagan Raya Zulfika, unsur SKPK, Camat KualaT Raja Itam Camat Seunagan Saiful Bahri, dan jamaah dayah setempat dan anggota Basuh lainnya.

Kegiatan shalat subuh secara berjamaah dan bergilir dalam Kecamatan Kuala tersebut, dilaksanakan setelah adanya seruan dari Sekretaris Daerah Kabupaten Nagan Raya, Ir H Ardimartha beberapa waktu lalu yang ditujukan kepada para camat dalam kabupaten setempat untuk mengadakan kegiatan subuh keliling.

Baca juga: Banyak Sampah dari Luar Negeri Masuk Pesisir Pulo Aceh

Sekda Ardimartha saat menghadiri kegiatan Basuh tersebut, berharap agar semua kecamatan dapat membuat gerakan Basuh.

Kegiatan ini sangat besar manfaatnya yakni di samping untuk melaksanakan ibadah juga bisa memperkuat tali silaturrahmi antara sesama masyarakat dan juga bisa menjadi jembatan penyampaian aspirasi masyarakat kepada pemerintah.

"Kegiatan ini juga sebagai bagian mewujudkan visi dan misi "Agama Tapeukong Budaya Tajaga" yang merupakan slogan dari pemerintah  Jamin Idham - Chalidin Oesman," sebut Ardimartha.

Pada kesempatan itu, Tgk Syahwaludin MA dalam tema tausyiahnya menyampaikan Kebenaran telah datang maka kebatilan akan hilang.

"Kita ketahui bahwa saat fathul mekkah rasulullah memasuki ka'bah dan memerintahkan para sahabat untuk menghancurkan 360 berhala yang berada di dalamnya seraya  membacakan surat al-isra' Ayat 81: "dan Katakanlah Muhammad bahwa telah datang kebenaran dan telah hilang kebatilan, sungguh kebatilan pasti akan lenyap," ujarnya.

Baca juga: Atlet Sepatu Roda dan Skateboard Abdya Sumbang Delapan Medali

Syahwaluddin menyebutkan, takluknya kebatilan di Mekkah itu tidak datang serta merta, datang dengan cuma-cuma tetapi melalui perjuangan yang panjang dan berat.

Butuh 23 tahun Nabi dalam memperjuangkan kebenaran, Nabi pernah  dicaci maki, disakiti, diboikot, mau dibunuh dan puncaknya adalah Nabi terusir dari Negerinya sendiri.

Tapi dengan Iman, Ilmu dan Kesungguhan dalam dakwah, Allah berikan kemenangan dan Allah lenyapkan kebatilan

Dari sejarah ini bagi para dai bisa memetik pelajaran berharga bahwa Kebenaran harus diperjuangkan dangan sungguh-sungguh baru kemudian kebatilan akan lenyap.

Baca juga: Hasil dan Klasemen Liga Inggris: Manchester City Salip Liverpool, Chelsea Ditahan Manchester United

"Maka ketika kita ingin daerah kita diterangi oleh nilai-nilai kebenaran sudah seharusnya kita berani untuk menyampaikan kebenaran dimana ada kemungkaran berada.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved