Senin, 13 April 2026

Internasional

Perdana Menteri Selandia Baru Sebut Omicron Sebagai Pengingat Risiko Masih Ada di Perbatasan

Pemerintah Selandia Baru mengeluarkan kebijakan berbeda dalam menanggapi Covid-19 varian Omicron.

Editor: M Nur Pakar
Metro.co.uk
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern 

SERAMBINEWS.COM, WELLINGTON - Pemerintah Selandia Baru mengeluarkan kebijakan berbeda dalam menanggapi Covid-19 varian Omicron.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, Senin (29/11/2021) mengatakan akan pindah ke sistem kehidupan bersama virus Covid-19 pada akhir pekan ini.

Dia mengakui Omicron, varian baru virus Corona telah menimbulkan ancaman baru untuk kesehatan global.

Dilansir Reuters, tidak ada kasus varian Omicron di Selandia Baru pada tahap ini.

"Tetapi situasi global yang berkembang menunjukkan pendekatan yang hati-hati diperlukan di perbatasan," kata Ardern.

"Omicron sebagai pengingat akan risiko yang masih ada di perbatasan kita," kata Ardern pada konferensi pers.

Dilansir AP, Selandia Baru memiliki beberapa kontrol perbatasan terketat di dunia.

Baca juga: Penularan Lokal Covid-19 Varian Omicron Mulai Menyebar di Uni Eropa

Bahkan, berencana menutup perbatasan bagi sebagian besar pelancong internasional selama lima bulan ke depan.

Selandia Baru juga memperkenalkan langkah-langkah perbatasan baru bagi para pelancong dari sembilan negara Afrika.

Disebutkan, hanya warga negara dari negara-negara ini yang dapat melakukan perjalanan ke Selandia Baru dan harus karantina selama 14 hari.

Ardern mengatakan masih banyak bukti yang perlu dikumpulkan untuk mengetahui dampak varian Omicron.

"Ini mungkin berdampak pada vaksin kami, tetapi mungkin tidak," ujar Ardern.

"Mungkin lebih parah atau lebih ringan daripada Delta, kami tidak tahu," kata Ardern.

Baca juga: Meksiko Klaim Pembatasan Perjalanan Tidak Akan Mampu Cegah Covid-19 Varian Omicron Datang

Direktur Jenderal Kesehatan Ashley Bloomfield mengatakan sedang melihat perbatasan untuk menjauhkan Omicron.

"Ini benar-benar hanya ingin mencegah Omicron, sementara kami mempelajari lebih lanjut tentangnya," kata Bloomfield kepada wartawan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved