Petani Kesulitan Mendapatkan Pupuk Bersubsidi
Para petani di Gayo Lues (Galus) mulai kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, terutama jenis urea.
BLANGKEJEREN - Para petani di Gayo Lues (Galus) mulai kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, terutama jenis urea. Hal ini sudah berlangsung dalam beberapa bulan ini, sehingga petani kewalahan untuk menyuburkan tanaman mereka.
Tak hanya urea bersubsidi yang sulit didapat, petani juga dihadapkan pada melambungnya harga racun rumput yang melonjak hingga dua kali lipat dari harga sebelumnya.
"Untuk mendapatkan urea bersubsidi di Galus sangat sulit dalam beberapa bulan terakhir ini. Di sejumlah agen dan toko-toko saprodi (warung) yang menjual alat-alat pertanian tetap sulit didapatkan,” kata Jamaludin, seorang petani, Minggu (28/11/2021).
Baca juga: Semen di Gayo Lues Mulai Langka
Baca juga: Aceh Promosikan Sports Tourism
Baca juga: Pelaku Pakai Nomor Hp Luar Negeri
Bukan hanya urea subsidi, yang kini dikeluhkan para petani di Galus juga soal melonjak harga racun rumput. "Harga racun rumput selama ini isi 1 liter berkisar Rp 65.000-Rp 70.000 per botol tergantung mereknya, namun sekarang harganya mencapai Rp 110.000 per botol yang isi satu liter itu, begitu juga dengan racun rumput isi setengah liter sebelumnya harga Rp 35.000 per botol, kini naik menjadi Rp 60.000 per botol," sebutnya.
Secara terpisah, sejumlah pemilik toko dan agen resmi pengecer pupuk (Saprodi), ditemui Serambi, mengakui untuk mendapatkan urea bersubsidi sangat sulit saat ini. Hal ini terjadi hampir di seluruh Aceh. Salah satu faktor penyebabnya karena jatah pupuk bersubsidi untuk Aceh dilaporkan sudah dikurangi dari sebelumnya.(c40)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/babinsa-cek-pupuk-bersubsidi-di-madat-3110.jpg)