Kamis, 9 April 2026

Internasional

WHO Minta Dunia Tidak Larang Perjalanan ke Afrika, Seharusnya Dapat Pujian

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) minta dunia tidak membuat kebijakan larangan perjalanan ke Afrika.

Editor: M Nur Pakar
Time
Matshidiso Moeti, Direktur Regional WHO untuk Afrika 

SERAMBINEWS.COM, JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) minta dunia tidak membuat kebijakan larangan perjalanan ke Afrika.

Sebaliknya, harus memberi pujian ke Afrika Selatan dan Bostwana yang telah berhasil menemukan Covid-19 varian Omicron dengan cepat.

Namun, AS dan negara-negara di Eropa dan Asia-Pasifik mengumumkan pembatasan perjalanan sebagai tanggapan atas Omicron.

Varian baru itu telah menyebar ke beberapa negara Eropa , Kanada, Israel, Australia dan Hong Kong, seperti dilansir Axios, Senin (29/11/2021).

WHO mencatat dalam sebuah pernyataan, hanya dua negara Afrika selatan yang mendeteksi varian baru.

Baca juga: Arab Saudi Tambah Larangan Kedatangan dari Tujuh Negara Afrika, Cegah Masuknya Omicron

"Pembatasan perjalanan mungkin dapat mengurangi sedikit penyebaran Covid-19," kata WHO.

Sebaliknya, akan memberi beban berat pada kehidupan dan mata pencaharian warga Afrika.

"Jika pembatasan diterapkan, tidak boleh bersifat invasif atau mengganggu yang tidak perlu," tambahnya.

"Seharusnya berbasis ilmiah dan menurut Peraturan Kesehatan Internasional," jelasnya.

"Itu instrumen hukum internasional yang mengikat secara hukum yang diakui oleh lebih dari 190 negara," jelas WHO.

Baca juga: Negara Eropa, Asia Sampai Amerika Melarang Kedatangan dari Afrika Selatan

Bahkan, Matshidiso Moeti, Direktur Regional WHO untuk Afrika, mengatakan kecepatan dan transparansi Afrika Selatan dan Botswana memberi tahu dunia patut dipuji.

"Varian Omicron telah terdeteksi di beberapa wilayah di dunia," kata Moeti.

Tetapi, katanya, memberlakukan larangan perjalanan telah menyerang solidaritas global.

"Covid-19 terus-menerus mengeksploitasi divisi kami," ujarnya.

"Kami hanya akan mendapatkan yang lebih baik dari virus jika kami bekerja sama untuk mencari solusi," harapnya.

Sedangkan Afrika Selatan mengatakan sedang dihukum karena mendeteksi Covid-19 varian Omicron.(*)

Baca juga: Kanada Khawatirkan Masuknya Omicron, Tutup Pintu Untuk Warga Afrika

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved