Berita Bireuen
Ayah Korban tak Sanggup Lihat Rekontruksi Pembunuhan Anaknya, Minta Tersangka Dihukum Mati
Mukhtaruddin (52) ayah dari Rahmad Mouli (17) yang menjadi korban pembunuhan meminta.dua tersangka pelaku pembunuhan anaknya dihukum mati
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEW.COM, BIREUEN – Mukhtaruddin (52) ayah dari Rahmad Mouli (17) yang menjadi korban pembunuhan meminta dua tersangka pelaku pembunuhan anaknya dihukum mati.
Rahmad Mouli (17) menjadi korban pembunuhan dua tersangka warga Langkat pada 28 Juli lalu dan mayatnya ditemukan Senin (6/9/2021).
Hal tersebut disampaikan Mukharuddin kepada Serambinews.com dan jaksa serta anggota Reskrim Polres Bireuen saat melihat rekonstruksi ulang pembunuhan terhadap anaknya di Mapolres Bireuen, Senin (29/11/2021).
Dalam rekonstruksi ulang, Mukhtaruddin dan sejumlah keluarga lainnya ikut hadir sejak pukul 08.00 WIB ke Mapolres Bireuen.
Baca juga: Dikejar dari Idi, BNN Pusat Ringkus Terduga Bandar, Puluhan Kilogram Sabu Dalam 2 Tas Ransel Disita
Sedangkan istrinya bernama Nilawati tidak hadir karena tidak sanggup melihat wajah tersangka AR.
Mukhtaruddin menceritakan, pertemanan anaknya dengan tersangka utama sudah sangat akrab dan saling membantu.
Waktu itu, tersangka utama PPS sebagai buruh bangunan bekerja di salah satu proyek pembangunan di kawasan Makmur dan berkenalan dengan anaknya.
Mereka sering berdua pergi main dan tidak ada persoalan apa-apa, bahkan anaknya pernah memberikan kain sarung kepada tersangka saat akan menghadiri kenduri di kampung.
Baca juga: Boat Terbalik Saat Mancing Ikan, Warga Bireuen Meninggal Dunia Tenggelam di Laut Aceh Besar
“Sepertinya sangat akrab dan tidak ada masalah sama sekali, tahunya sudah begini kejadiannya,” ujar Mukhtaruddin sambil menutup wajah karena sedih.
Saat rekonstruksi ulang berlangsung, Mukhtaruddin tidak mendekat ke lokasi, ia hanya duduk dan menutup wajah di teras Mapolres Bireuen.
Sesekali melihat kepada arah jalannya rekonstruksi dan lebih banyak merenung dan menghapus air matanya.
Beberapa keluarga lainnya mendekat dan merekam berbagai adegan rekonstruksi tersebut.
Usai rekonstruksi, Mukhtaruddin mengatakan, sangat tidak manusiawi tersangka pelaku pembunuhan terhadap anaknya.
Sudah sangat akrab dan saling membantu tetap dibunuh.
Baca juga: Bocah 8 Tahun Tergilas Mobil Tangki di Aceh Selatan, Naik Sepmor yang Dikendarai Ibunya