Rabu, 29 April 2026

Internasional

Fiji Buka Kembali Pintu Pelancong Internasional, Usai Dua Tahun Tutup Diri, Cegah Covid-19

Fiji membuka kembali perbatasannya untuk pelancong internasional untuk pertama kalinya mulai Rabu (1/12/2021).

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Penari tradisional menyambut kedatangan para pelancong internasional di bandara Fiji, Rabu (1/12/2021). 

SERAMBINEWS.COM, CANBERRA - Fiji membuka kembali perbatasannya untuk pelancong internasional untuk pertama kalinya mulai Rabu (1/12/2021).

Negeri kecil di Samudera Pasifik itu hampir dua tahun menutup diri untuk mencegah masuknya Covid-19.

Dilansir AFP, negara Kepulauan Pasifik itu berusaha menghidupkan kembali industri pariwisata.

Fiji menutup perbatasannya untuk semua warga negara asing pada Maret 2020 untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Kebijakan itu untuk mencegah fasilitas medisnya yang terbatas penuh sesak denan pasien Covid-19.

Dengan sekitar 90 persen dari semua orang dewasa Fiji sekarang sepenuhnya divaksinasi,

Baca juga: Singapura Deteksi Dua Pelancong ke Sydney Terinfeksi Omicron, Puluhan Petugas Bandara Dikarantina

Pulau Pasifik membuka kembali perbatasannya untuk turis dari sejumlah kecil negara, sehingga melegakan operator pariwisata.

“Melihat pesawat Fiji Airways penuh dan menyambut para turis hari ini sangat menakjubkan," ”kata James Sowane, direktur perusahaan pariwisata Fiji, Tewaka

"Itu sebuah perasaan yang luar biasa dan saya senang berada di sana secara pribadi," tambahnya.

Turis yang tiba harus menginap tiga malam di resor yang disetujui dan menjalani tes cepat.

Mereka dapat bergerak di sekitar area yang ditentukan, termasuk bar dan restoran di dalam hotel.

Mereka jga dapat memulai beberapa perjalanan dan aktivitas sehari-hari.

Baca juga: India Tingkatkan Pengujian Covid-19, Omicron Tunda Pembukaan Kembali Sekolah

Meski terbatas, dimulainya kembali pariwisata merupakan dorongan bagi banyak dari 1 juta penduduk negara kepulauan itu.

Pariwisata menyumbang 40 persen dari ekonomi Fiji dan penutupan perbatasan menyebabkan sekitar 10 persen populasi menganggur.

Masih pembukaan kembali menandai risiko ke Fiji dengan Australia, salah satu dari sedikit negara yang mencatat kasus varian Omicron.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved