Minggu, 12 April 2026

Berita Aceh Utara

Santri Aceh Utara Ajar Ilmu Agama ke Pedalaman, Sejam Arungi Sungai Terusan Arakundo dengan Perahu

Sarah Raja tersebut salah satu kawasan di Desa Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara yang terpisah dengan sungai terusan Arakundo, Aceh Timur

Penulis: Jafaruddin | Editor: Mursal Ismail
Foto DOK HATHAR
Santri Aceh Utara menggunakan mengarungi sungai dengan perahu untuk mengadakan pengajian kepada masyarakat pedalaman Aceh Utara. 

Sarah Raja tersebut salah satu kawasan di Desa Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara yang terpisah dengan sungai terusan Arakundo, Aceh Timur.

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Rombongan santri di Aceh Utara dari organisasi Harakah Thalabah Aceh Utara (HATHAR) Aceh Utara mengarungi sungai selama satu jam. 

Kegiatan ini mereka lakukan dalam menempuh perjalanan untuk dapat mengajar ilmu agama ke pedalaman Pase, Dusun Alue Seupui atau yang lebih dikenal Sarah Raja, 28-29 November 2021.  

Sarah Raja tersebut salah satu kawasan di Desa Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara yang terpisah dengan sungai terusan Arakundo, Aceh Timur.

Pagi Senin, rombongan melanjutkan perjalanan ke Dusun Alue Seupui atau Sarah Raja, Gampong Leubok Pusaka. 

Menggunakan perahu mesin, mereka menyusuri terusan Sungai Arakundo yang terkenal ganas itu selama satu jam, setelah mengadakan pengajian di lokasi lain. 

Baca juga: Hari Guru, ACT Salurkan Sarapan Sehat Bagi Anak-anak di Pedalaman Aceh Utara

Selesai shalat Zuhur, pengajian dimulai yang diawali dengan lantunan ayat suci Alquran oleh Tgk Hafidz Al Manshuri. 

Setelah pengajian tausiah disampaikan Tgk Tu Ramadhan.

Dalam kesempatan itu, kata Tgk Tu Ramadhan ia mengajak masyarakat agar terus mencari ilmu terus mengamalkannya agar bahagia dunia dan akhirat. 

“Masyarakat Dusun Alue Seupui sangat mengharapkan agar dibangun jembatan yang telah hancur dan rusak,” ujar Rais Am HATHAR Tgk Zulfirman T Ismail, kepada Serambinews.com, Rabu (1/12/2021). 

Dengan demikian masyarakat di kawasan pedalaman itu bisa akses lewat darat untuk menuju induk kampung. 

Pasalnya, selama ini segala kebutuhan mereka aksesnya lewat sungai yang membutuhkan waktu satu jam untuk akses ke pusat Gampong Leubok Pusaka. 

Bila hujan deras air sungai mengalir begitu deras yang berpotensi membahayakan keselamatan jiwa. 

Baca juga: Mahasiswa KKN PPM Unimal Ajarkan Anak-anak Pedalaman Aceh Utara Berkreativitas

"Safari dakwah menjadi agenda rutin HATHAR empat bulan sekali,” ujar Tgk Zulfirman T Ismail. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved