Berita Aceh Utara
Santri Aceh Utara Ajar Ilmu Agama ke Pedalaman, Sejam Arungi Sungai Terusan Arakundo dengan Perahu
Sarah Raja tersebut salah satu kawasan di Desa Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara yang terpisah dengan sungai terusan Arakundo, Aceh Timur
Penulis: Jafaruddin | Editor: Mursal Ismail
Sarah Raja tersebut salah satu kawasan di Desa Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara yang terpisah dengan sungai terusan Arakundo, Aceh Timur.
Laporan Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Rombongan santri di Aceh Utara dari organisasi Harakah Thalabah Aceh Utara (HATHAR) Aceh Utara mengarungi sungai selama satu jam.
Kegiatan ini mereka lakukan dalam menempuh perjalanan untuk dapat mengajar ilmu agama ke pedalaman Pase, Dusun Alue Seupui atau yang lebih dikenal Sarah Raja, 28-29 November 2021.
Sarah Raja tersebut salah satu kawasan di Desa Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara yang terpisah dengan sungai terusan Arakundo, Aceh Timur.
Pagi Senin, rombongan melanjutkan perjalanan ke Dusun Alue Seupui atau Sarah Raja, Gampong Leubok Pusaka.
Menggunakan perahu mesin, mereka menyusuri terusan Sungai Arakundo yang terkenal ganas itu selama satu jam, setelah mengadakan pengajian di lokasi lain.
Baca juga: Hari Guru, ACT Salurkan Sarapan Sehat Bagi Anak-anak di Pedalaman Aceh Utara
Selesai shalat Zuhur, pengajian dimulai yang diawali dengan lantunan ayat suci Alquran oleh Tgk Hafidz Al Manshuri.
Setelah pengajian tausiah disampaikan Tgk Tu Ramadhan.
Dalam kesempatan itu, kata Tgk Tu Ramadhan ia mengajak masyarakat agar terus mencari ilmu terus mengamalkannya agar bahagia dunia dan akhirat.
“Masyarakat Dusun Alue Seupui sangat mengharapkan agar dibangun jembatan yang telah hancur dan rusak,” ujar Rais Am HATHAR Tgk Zulfirman T Ismail, kepada Serambinews.com, Rabu (1/12/2021).
Dengan demikian masyarakat di kawasan pedalaman itu bisa akses lewat darat untuk menuju induk kampung.
Pasalnya, selama ini segala kebutuhan mereka aksesnya lewat sungai yang membutuhkan waktu satu jam untuk akses ke pusat Gampong Leubok Pusaka.
Bila hujan deras air sungai mengalir begitu deras yang berpotensi membahayakan keselamatan jiwa.
Baca juga: Mahasiswa KKN PPM Unimal Ajarkan Anak-anak Pedalaman Aceh Utara Berkreativitas
"Safari dakwah menjadi agenda rutin HATHAR empat bulan sekali,” ujar Tgk Zulfirman T Ismail.
Tujuan diadakan Safari dakwah lanjut Tgk Zulfirman untuk menyebarkan ilmu kepada masyarakat kita di pedalaman Aceh Utara.
“Mereka adalah orang-orang yang sangat haus akan ilmu,” ujar Rais Am HATHAR Aceh Utara.
Sebelum ke Sarah Raja, HATHAR terlebih dahulu melakukan safari dakwah ke Gampong Seureuke dan dusun lainnya, di Desa Leubok Pusaka yang berada di pelosok Aceh Utara yang terletak di Kecamatan Langkahan.
Turut serta dalam rombongan Abi Dr Safriadi MA dan Tgk Tu Ramadhan, MA yang merupakan Ulul Albab atau Dewan Pakar HATHAR dan Tgk Hafidz El Mansuri Ketua Rabithah Thaliban Aceh (RTA) Aceh Utara, dengan jumlah santri dua belas orang.
Baca juga: Rahmat Maulizar Terobos Pedalaman Aceh agar Anak Bibir Sumbing Dapat Tersenyum
Safari dakwah dimulai di Blok B Seureuke Langkahan.
Materi pengajian disampaikan oleh Abi Dr Safriadi MA. Setelah Shalat Zuhur berjamaah, kemudian rombongan santri mengadakan pengajian ke Blok A Seureuke.
Kembali Tgk Tu Ramadhan MA, memotivasi masyarakat untuk haus ilmu dan memberikan tips cara mendapatkan ilmu.
Sedangkan Dr Safriadi yang menekankan pentingnya kesadaran orang tua agar mendidik dan menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anaknya sejak dini.
Lawatan safari dilanjutkan ke Dayah Baitul Muttaqin Dusun Tanah Merah Leubok Pusaka Pimpinan Abi Muslem.
Dayah Bustanul Muttaqin saat ini sangat membutuhkan bantuan untuk pembangunan asrama untuk para santri anak-anak pedalaman disana.
Di samping asrama bantuan berupa MCK dan tempat wudhu juga sangat dibutuhkan.
Masyarakat Dusun Sarah Raja di Desa Leubok Pusaka Kecamatan Langkahan, Aceh Utara hingga sekarang masih menggunakan perahu bermotor sebagai alat transportasi.
Dusun itu yang berada di pedalaman, ujung timur Aceh Utara berbatasan dengan Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Bener Meriah.
Kondisi tersebut sudah berlangsung lama. Karena jalan yang pernah dibangun beberapa tahun yang lalu, tak bisa dilintasi dengan roda dua, apalagi roda empat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/santri-mengajar-ke-pedalaman-0112.jpg)