Rabu, 8 April 2026

Berita Banda Aceh

Rahmat Maulizar Terobos Pedalaman Aceh agar Anak Bibir Sumbing Dapat Tersenyum

Rahmat Maulizar, Social Worker Smile Train Indonesia Area Aceh di Rumah Sakit Malahayati, Banda Aceh

Penulis: Muhammad Hadi | Editor: Nurul Hayati
Dok Pribadi Rahmat Maulizar
Social Worker Smile Train Indonesia Area Aceh, Rahmat Maulizar saat berhenti sejenak menikmati alam jalan lintas Babahrot, Aceh Barat Daya - Blangkejeren, Gayo Lues dalam perjalanan menerobos pedalaman Aceh untuk mencari anak bibir sumbing. Dok Foto Desember 2020 

Laporan Muhammad Hadi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Saat masuk sebuah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Penulis kebetulan punya satu teman kelas yang bibir sumbing. Karena penasaran hingga kami sering memperhatikannya baik saat bicara maupun tidak. Maklum, sebagai anak-anak akan memandang sesuatu yang tak biasanya atau masih penasaran.

Terlihat dari wajahnya dia kurang bersemangat seperti kawan-kawan yang lain. Penulis saat itu pun jarang sekali melihatnya tersenyum dan berbicara, kecuali bila ada yang bertanya. Meski akhirnya kami terbiasa dengan bibir sumbingnya dan berkawan serta bermain seperti rekan murid satu kelas lainnya. Karena masih anak-anak tentu saja saat itu tak tahu kenapa bibirnya berbeda dari murid lainnya.

Penulis kembali teringat sahabat masa sekolah di MIN setelah berjumpa dengan Rahmat Maulizar, Social Worker Smile Train Indonesia Area Aceh di Rumah Sakit Malahayati, Banda Aceh. Berawal peringatan HUT Ke-28 Harian Serambi pada tahun 2017. Salah satu kegiatannya mengadakan operasi bibir sumbing dan langit-langit mulut yang bekerja sama dengan Smile Train Indonesia Area Aceh.

Penulis ditugaskan meliput kegiatan operasi bibir sumbing dan bertemu langsung dengan Rahmat Maulizar di Rumah Sakit Malahayati. Rahmat saat itu sudah terkenal setelah dua tahun memimpin Smile Train Indonesia Area Aceh yang gencar mengadakan operasi bibir sumbing.

Saat bertemu Rahmat Maulizar disambut dengan senyuman dan sangat ramah. Selain mempertemukan penulis dengan orang tua dari berbagai kabupaten/kota di Aceh yang sedang antrea menunggu operasi bibir sumbing anaknya. Penulis juga diizinkan untuk masuk ke ruang operasi untuk mengambil foto dan melihat secara langsung dokter spesialis bedah plastik, dr Muhammad Jailani SpBE-RE (K) dan timnya bekerja.

Dokter operasi anak penderita bibir sumbing di Rumah Sakit Malahayati Banda Aceh, Minggu (29/1/2017). Operasi gratis ini dalam rangka peringatan HUT Ke-28 Harian Serambi Indonesia bekerja sama dengan Smile Train Indonesia Area Aceh.
Dokter operasi anak penderita bibir sumbing di Rumah Sakit Malahayati Banda Aceh, Minggu (29/1/2017). Operasi gratis ini dalam rangka peringatan HUT Ke-28 Harian Serambi Indonesia bekerja sama dengan Smile Train Indonesia Area Aceh. (SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD HADI)

Tentu saja kami harus pakai pakaian operasi demi sterilisasi guna menghindari kuman atau bakteri yang membahayakan pasien. Setelah cukup melihat proses operasi satu anak hingga selesai operasi. Akhirnya kami berdua keluar ruangan dan bertemu dengan orang tua yang anaknya sudah di operasi. Terlihat dari raut wajah ibu bapak tersenyum bahagia menyambut kami.

Karena membayangkan anaknya bisa tersenyum lagi layaknya anak-anak lain tanpa bibir sumbing. Karena para orang tua ini sudah duluan diperlihatkan koleksi foto anak-anak sebelum operasi dan kondisi setelah sembuh dari operasi. Bukan hanya bisa tersenyum lagi, tapi yang perempuan makin terlihat cantik dan pria makin nampak ganteng dari pada sebelum operasi.

Terobos pedalaman Aceh

Kepada Serambinews, Rabu (10/11/2021), Rahmat Maulizar menjelaskan dan menceritakan alasannya masuk ke pedalaman Aceh untuk mencari anak bibir sumbing.  Karena syarat utama untuk bibir sumbing anak berumur 10 minggu, berat badan 5 Kg, dan hb (hemoglobin) 10. Untuk langit-langit syaratnya paling telat satu setengah tahun dan jangan lewat usia tersebut. Kalau lewat masa itu, akan terganggu bicaranya, walaupun operasinya bagus, tapi bicaranya tidak normal. Karena masih ada kalimat yang kurang pas.

Rahmat menjelaskan lamanya sembuh, setelah operasi setahun kemudian lukanya sudah agak longgar, dan telah mendekati normal, walaupun sempurna tidak bisa. Karena seminggu buka benang, dan itu sudah boleh beraktifitas, tapi masih tebal lukanya, karena baru. Enam bulan sampai setahun baru lukanya akan lembut, dia akan normal.

Baca juga: Peringati HUT Ke-32 Serambi Indonesia, Lima Anak Jalani Operasi Bibir Sumbing di RSU Malahayati

“Untuk anak yang telah operasi bibir sumbing agar menjaga luka yang baru dibuat jangan digaruk. Karena akan membuat lukanya melebar. Untuk langit-langit dia harus menjaga makanan satu bulan dengan makan cair. Maksudnya semua makanan dicairkan atau diblender. Ini selalu kita jelaskan kepada orang tua sebelum operasi dan setelah operasi,” ujar pria yang punya motto: Karena Hidup untuk memberi manfaat

Makanya Rahmat Maulizar dan timnya tidak hanya memanfaatkan momen pihak ketiga yang mengajak bekerja sama. Tapi pria kelahiran Meulaboh, 20 September 1993 terus bekerja untuk bisa mengoperasi anak-anak bibir sumbing sehingga bisa tersenyum seperti anak lainnya.

Bahkan tak hanya menunggu orang tua menelepon dan datang untuk membawa anaknya operasi bibir sumbing. Rahmat Maulizar rela mengorbankan waktunya untuk keliling Aceh demi mencari anak-anak Aceh supaya bisa operasi bibir sumbing. Rahmat menerobos pendalaman Aceh untuk mencari anak-anak bibir sumbing.

Rahmat Maulizar juga masuk hingga ke pelosok pedalaman untuk menemui keluarga yang anaknya bibir sumbing. Dia menjelaskan tentang operasi bibir sumbing secara lengkap foto sebelum dan sesudah operasi pasien anak-anak. Ini dilakukan untuk menyakinkan orang tua si anak agar bersedia dibawa ke Banda Aceh guna menjalani operasi bibir sumbing secara gratis.

Social Worker Smile Train Indonesia Area Aceh, Rahmat Maulizar berkunjung ke rumah anak bibir sumbing di Aceh Utara dan menyakinkan pasien untuk dioperasi. Pasien sudah selesai operasi pada bulan Februari 2021.
Social Worker Smile Train Indonesia Area Aceh, Rahmat Maulizar berkunjung ke rumah anak bibir sumbing di Aceh Utara dan menyakinkan pasien untuk dioperasi. Pasien sudah selesai operasi pada bulan Februari 2021. (Dok Pribadi Rahmat Maulizar)
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved