Berita Bireuen
Disdikbud Bireuen Gelar FGD Bahas Manuskrip Sejarah Hingga Situs Sejarah
Pertemuan ini membahas rencana program penataan manuskrip sejarah sampai situs sejarah di Bireuen yang selama ini belum tertangani secara maksimal.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, Rabu (01/12/2021) melakukan pertemuan Fokus Grup Diskusi (FGD) bertempat di ruang laboratorium SMPN 2 Bireuen.
Pertemuan tersebut membahas rencana program penataan manuskrip sejarah sampai situs sejarah di Bireuen yang selama ini belum tertangani secara maksimal.
Kabid Kebudayaan Disdikbud Bireuen, Reza Fitria SSi MSi kepada Serambinews.com mengatakan, FGD menghadirkan sejumlah tim ahli di bidangnya menyangkut objek pemajuan kebudayaan yaitu bidang manuskrip sejarah, tradisi lisan, adat istiadat, bahasa, seni dan pengetahuan tradisional.
Selanjutnya, teknologi tradisional, permainan rakyat, ritus sejarah olahraga tradisional dan cagar budaya.
Disebutkan FGD berlangsung selama dua hari dengan tujuan antara lain apa saja objek kebudayaan dan sejarah mulai dari manuskrip sejarah sampai cagar budaya yang belum terdata, tertata dengan baik.
Kemudian bertujuan melestarikan objek kebudayaan tersebut misalnya manuskrip
sejarah Tgk Awe Geutah, Makam Habib Bugak dan lainnya. Begitu juga berapa jumlah objek sejarah atau kebudayaan lainnya mulai dari adat istiadat sampai cagar budaya di Bireuen belum tercatat di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Aceh-Sumut.
“Khasanah kebudayaan di Bireuen lumayan banyak dan sebagian sudah tercatat dan terdata dan masih banyak yang belum terdata dan tercatat,” ujarnya.
Baca juga: Zulfa Azizati, Pustakawan Berprestasi Tingkat Nasional
Baca juga: Rektor Unsam Langsa: Bencana Masalah dan Tanggung Jawab Bersama
Disebutkan, pertemuan menghadirkan 30 tim ahli bidang masing-masing. Hasil pertemuan katanya, adalah berupa hasil pemikiran, rekomendasi bagi Pemkab Bireuen dan dinas terkait tentang program kerja menyangkut pelestarian cagar budaya dan lainnya.
Ketua Dewan Kesenian Aceh (DKA) Bireuen, H Mukhlis AMd SH dalam pertemuan tersebut mengatakan, sudah menjadi rahasia umum bidang kesenian dan budaya belum menjadi prioritas utama dalam penganggaran dana daerah, padahal Bireuen memiliki potensi besar dalam peningkatan PAD dari seni budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif.
Disebutkan, 11 objek kebudayaan mulai dari tradisi lisan sampai cagar budaya merupakan kekayaan kebudayaan harus digali dan dilestarikan perlu disertakan dalam dokumen perencanaan daerah sebagai arah pembangunan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pemajuan-kebudayaan.jpg)