Jumat, 24 April 2026

Cara Islam Cegah Wabah

Berdasarkan data Worldometers.com per Kamis (2/12/2021), tidak kurang dari 263,7 juta jiwa masyarakat di dunia ini sudah terinfeksi virus corona

Editor: bakri
For Serambinews.com
BUSTAMAM USMAN, Ketua Komisi B MPU Banda Aceh 

HINGGA saat ini, masyarakat di seluruh dunia, termasuk kita di Indonesia, sedang menghadapi wabah Covid-19. 

Berdasarkan data Worldometers.com per Kamis (2/12/2021), tidak kurang dari 263,7 juta jiwa masyarakat di dunia ini sudah terinfeksi virus corona tersebut dan 5,2 juta lainnya meninggal dunia.

Sementara di Indonesia, per Rabu (1/12/2021), sebanyak 4,2 juta orang terjangkit Covid-19 dan 143 ribu orang meninggal dunia.

Penularan Covid-19 ini diprediksi masih akan terus berlangsung dan belum ada yang memastikan kapan virus yang menyerang sistem pernapasan ini akan berakhir.

“Oleh sebab itu, mari kita senantiasa berdoa kepada Allah SWT semoga wabah Covid-19 ini segera berakhir sehingga kita bisa beraktivitas normal kembali seperti sediakala,” kata Ketua Komisi B MPU Banda Aceh, Tgk Bustamam Usman SHI MA.

Diterangkan, peristiwa wabah seperti sekarang ini bukan hal baru dalam sejarah kehidupan manusia. Pada tahun 1720 sudah terjadi wabah yang disebut dengan The Great Plague of Marseille (Wabah Besar Marseille) yang membunuh kira-kira 30 persen penduduk di Marseille, Prancis.

Penyakit ini disebarkan melalui kutu tikus yang membawa bakteri Yersinia Pestis, yang awal mula dibawa dari kapal bernama Grand Sain Antonie yang bersandar di kota pelabuhan Prancis.

Pada tahun 1818 , juga terjadi wabah kolera yang pertama kali muncul di Delta Sungai Gangga, India, yang dipicu oleh beras yang terkontaminasi.

Wabah ini cepat menyebar ke sebagian besar India, Myanmar, dan Srilangka, hingga Indonesia. Wabah kolera ini menyebabkan lebih 100 ribu orang meninggal dunia. Wabah ini baru berakhir pada musim dingin ekstrim di tahun 1823-1824.

Yang lebih mengejutkan, katanya, pada tahun 1920 mewabah pula penyakit yang disebut dengan Spanish Flu (Flu Spanyol).

Virus ini sangat berbahaya karena sudah menyebabkan sekitar 500 juta jiwa terjangkiti dan menyebabkan sebanyak 100 juta jiwa meninggal dunia.

Tgk Bustamam Usman yang juga dosen di Fakultas Syariah dan Hukum UIN AR-Raniry Banda Aceh ini menyebut, di masa Nabi SAW juga pernah terjadi wabah penyakit, salah satunya adalah penyakit Thaun.

Penyakit Thaun ini tercatat dalam sebuah hadis, dimana Rasulullah bersabda: “Jika kalian mendengar penyakit Thaun mewabah di suatu daerah, maka jangan masuk ke daerah itu. Apabila kalian berada di daerah itu, jangan hengkang (lari) dari Thaun”.

Selain saat zaman Nabi, penyakit Thaun juga terjadi di zaman Umar bin Khattab. Kala itu, Umar bin Kattab menahan diri memasuki negeri Syam, karena di daerah tersebut tengah terjadi wabah penyakit Thaun.

Tgk Bustamam mengutip sebuah buku yang berjudul “Rahasia Sehat Ala Rasulullah SAW” karya Nabhil Thawil.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved