Breaking News:

Berita Politik

Wali Nanggroe Minta Persoalan Bendera Bintang Bulan Segera Diselesaikan dan Bisa Dikibarkan

"Seharusnya pemerintah tidak perlu terlalu sensitif dan sentimentil terhadap hal ini," ujarnya.

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al-Haytar 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al-Haytar meminta persoalan Bendera Bintang Bulan sebagai wujud kekhususan Aceh, harus segera diselesaikan agar bisa dikibarkan di seluruh Aceh.

Permintaan tersebut disampaikan Majelis Tuha 4 Wilayah Aceh Rayeuk, Tgk Akhyar Abdurrasyid yang membacakan amanat tertulis Wali Nanggroe pada acara Milad Ke-45 GAM lantaran Wali Nanggroe berhalangan hadir.

Peringatan Milad GAM dipusatkan di Kompleks Makam Teungku Chik Di Tiro, Desa Meureu, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar atau tempat Deklarator GAM, Tgk Muhammad Hasan Tiro dimakamkan.

"Ini adalah hak Aceh untuk menentukannya, yang merupakan bagian dari salah satu kewenangan yang dimiliki oleh Aceh sesuai mandat dalam nota kesepahaman yang telah ditandatangani bersama," kata Tgk Akhyar.

Sebagaimana diketahui bersama, sambung Tgk Akhyar, sebelumnya DPR Aceh sudah mensahkan Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh.

"Seharusnya pemerintah tidak perlu terlalu sensitif dan sentimentil terhadap hal ini," ujarnya.

Baca juga: Begini Suasana Peringatan Milad GAM Ke-45 di Aceh Utara, Hanya Zikir & Doa tanpa Pengibaran Bendera 

Sebab apa yang telah dilakukan oleh pemerintah dengan berani, tegas, dan luar biasa dalam menyelesaikan konflik bersenjata dengan GAM, sudah mendapatkan apresiasi sangat tinggi dari dunia internasional.

"Perdamaian Aceh yang dilakukan oleh Pemerintah Republik Indonesia dan GAM di bawah konstitusi Negara Republik Indonesia menjadi sebuah contoh teladan dan dipelajari oleh negara-negara yang sedang menghadapi dan mengalami konflik internal bersenjata di negara mereka," sambung Tgk Akhyar.

Dalam amanat Wali Nanggroe, Tgk Akhyar juga meminta, pemerintah wajib mengakui dan menghormati Aceh sebagai sebuah pemerintahan yang bersifat khusus dan istimewa, seperti tertuang dalam MoU Helsinki dan Undang-undang Pemerintahan Aceh (UUPA).

"Dalam peringatan Milad GAM tahun 2021 ini, saya juga mengajak seluruh kombatan GAM dan stakeholders untuk tetap bersatu padu dalam rangka menggapai cita-cita yang sangat suci ini," papar Tgk Akhyar membaca pesan Wali Nanggroe.

"Saya merasa bangga dan memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada saudara-saudara para panglima dan pejuang Aceh yang sampai saat ini tetap komitmen terhadap perjanjian MoU Helsinki dan setia dengan garis perjuangan,” ucapnya.

Baca juga: Milad GAM Ke-45, Bendera Bintang Bulan Dikibarkan di Kandang Lhokseumawe, Kemudian Diturunkan

“Kita minta pemerintah tetap komitmen terhadap kesepakatan bersama MoU Helsinki," demikian amanat Wali Nanggroe.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved