Breaking News:

Wali Nanggroe: Jika UUPA Direvisi, Kita Harus Bersatu

Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al-Haytar, dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Majelis Tuha 4 Wilayah Aceh Rayeuk

Editor: bakri
For Serambinews.com
Wali Nanggroe Paduka Yang Mulia Tgk Malik Al Haythar 

Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al-Haytar, dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Majelis Tuha 4 Wilayah Aceh Rayeuk, Tgk Akhyar Abdurrasyid

Menyampaikan kekhawatirannya terhadap rencana revisi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA).

Dalam pidatonya berjudul ‘Bersatu dalam Menghadapi Upaya Direvisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA)

Wali Nanggroe mengungkapkan, perjuangan bersenjata Aceh kini sudah bertransformasi ke dalam bentuk perjuangan politik

Melalui partai lokal yang sudah didirikan yaitu Partai Aceh.

"Tapi, perjuangan kita masih tersisa dan belum selesai," kata Tgk Akhyar mewakili Wali Nanggroe. Pada kesempatan itu, Malik Mahmud juga mempertanyakan apakah semua butir-butir MoU Helsinki dan turunannya sudah terlaksana dan terpenuhi atau belum.

Tapi, sebelum menjawab pertanyaan itu, Wali Nanggroe malah menyentil soal revisi UUPA. "Malah belakangan, ada upaya yang sedang dilakukan untuk merevisi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA).

Ini sungguh membuat suasana tidak nyaman dan tidak damai bagi Aceh khususnya dan bagi Indonesia umumnya," ungkapnya.

"Meski sebelumnya berbagai subtansi UUPA tidak dijalankan secara utuh, sekarang malah hendak direvisi," tambah Wali. Kalau pun UUPA direvisi, sambung Wali Nanggroe, maka GAM merupakan pihak pertama yang wajib dilibatkan.

Sebab, GAM menginginkan revisi UUPA tetap harus sesuai dengan MoU Helsinki yang ditandatangani pada 15 Agustus 2005 lalu.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved