Breaking News
Jumat, 5 Juni 2026

Wali Nanggroe: Jika UUPA Direvisi, Kita Harus Bersatu

Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al-Haytar, dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Majelis Tuha 4 Wilayah Aceh Rayeuk

Tayang:
Editor: bakri
For Serambinews.com
Wali Nanggroe Paduka Yang Mulia Tgk Malik Al Haythar 

"Seharusnya, pemerintah tidak perlu terlalu sensitif dan sentimentil terhadap hal ini," ujarnya.

Sebab, apa yang telah dilakukan oleh pemerintah dengan berani, tegas, dan luar biasa dalam menyelesaikan konflik bersenjata dengan GAM, sudah mendapat apresiasi yang sangat tinggi dari dunia internasional.

"Perdamaian Aceh yang dilakukan oleh Pemerintah RI dan GAM di bawah konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia jadi sebuah contoh teladan

Dipelajari oleh negara-negara yang sedang menghadapi dan mengalami konflik internal bersenjata," sambungnya.

Saat membacakan amanat tertulis Wali Nanggroe, Tgk Akhyar juga meminta pemerintah wajib mengakui dan menghormati Aceh

Sebagai suatu pemerintahan yang bersifat khusus dan istimewa, seperti tertuang dalam MoU Helsinki dan UUPA.

"Dalam peringatan Milad GAM tahun 2021 ini, saya juga mengajak seluruh kombatan GAM dan stakeholder untuk tetap bersatu padu dalam rangka menggapai cita-cita yang sangat suci ini," papar Tgk Akhyar membaca pesan Wali Nanggroe.

"Saya merasa bangga dan memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada saudara-saudara para panglima dan pejuang Aceh yang sampai kini tetap komitmen terhadap perjanjian MoU Helsinki dan setia dengan garis perjuangan,” ucapnya.

“Karena itu, kita minta pemerintah tetap komit terhadap kesepakatan bersama yang tertuang dalam MoU Helsinki.," pungkas Wali Nanggroe dalam amanat tertulisnya yang dibacakan oleh Majelis Tuha 4 Wilayah Aceh Rayeuk, Tgk Akhyar Abdurrasyid.(mas)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved