Breaking News:

Napi Kabur

Tiga Napi Narkoba Kabur dari Lapas Kelas II B Kutacane, Komisi 3 DPR RI: Evaluasi Kinerja Kalapas

Menurut Modong, tiga Napi yang melarikan diri, dua orang asal Desa Liang Pangi Kecamatan Lawe Alas dan satu orang Desa Kuta Lengat.

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Ansari Hasyim
hand over dokumen pribadi
Anggota Komisi III DPR RI, Nazaruddin alias Dek Gam 

Laporan Asnawi Luwi|Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Tiga narapidana (Napi) narkoba melarikan diri dari Lapas Kelas II B Kutacane pada Sabtu (27/11/2021) malam hingga Senin (6/12/2021) belum berhasil ditemukan.

Kepala Kesatuan Pengaman Lapas (KPLP) Lapas Kelas II B Kutacane, Modong SE kepada Serambinews.com, Senin (6/12/2021) mengatakan, pada malam Sabtu sekitar jam 05.30 WIB setelah subuh, tiga Napi Narkoba melarikan diri.

Napi yang divonis rata-rata empat tahun itu, melarikan diri dengan cara memotong jeruji besi bagian di sebelah selatan dekat kamar mandi. Lalu memanjat tembok dengan menggunakan kain sarung.

VIDEO - Polda Aceh Kembali Gagalkan Peredaran 133 Kg Sabu di Aceh Timur, Tangkap Satu Pelaku.

Menurut Modong, tiga Napi yang melarikan diri, dua o

2 Kurir Asal Aceh Ditangkap Bawa 1 Kilogram Sabu, Terancam Penjara Seumur Hidup

rang asal Desa Liang Pangi Kecamatan Lawe Alas dan satu orang Desa Kuta Lengat.

Terkait hal itu, Anggota Komisi III DPR RI, Nazaruddin alias Dek Gam, meminta kepada Kakanwil Kemenkumham Aceh, Meurah Budiman, agar mengevaluasi kinerja Kepala Lapas Kelas II B Kutacane beserta sipirnya terkait tiga Napi narkoba melarikan diri di Aceh Tenggara.

Menurut Dek Gam, pelarian Napi dari Lapas Kelas II B Kutacane itu adalah sebagai bentuk kelalaian petugas dan lemahnya pengawasan terhadap Napi tersebut.

Padahal, di Lapas Kelas II B Kutacane memiliki CCTV dan pengamanan yang begitu ketat dari para sipir.

Di sini lain, Dek Gam yang merupakan Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, meminta agar seluruh Napi/tahanan di Lapas Kelas II B Kutacane agar didata kembali di setiap sel dan di dalam ruangan lainnya agar keberadaan Napi dan tahanan jelas diketahui.

Presiden Persiraja itu juga meminta harus dilakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui kondisi napi/tahan serta kondisi sel yang dihuni guna mencegah terjadinya aksi melarikan diri dari dalam sel.

"Saya minta evaluasi kinerja pimpinan dan sipir. Mereka harus bertanggung jawab terhadap Napi narkoba yang kabur," tegas Dek Gam.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved