Rabu, 13 Mei 2026

Vaksinasi

Percepat Herd Immunity, Pemerintah Minta Masyarakat tak Pilih-pilih Merek Vaksin, Semua Aman

Padahal kalau kita ketahui dari peta penyediaan vaksin kita, di semester kedua ini kita akan memiliki lebih banyak vaksin-vaksin yang bukan lagi vaksi

Tayang:
Penulis: Ansari Hasyim | Editor: Ansari Hasyim
Dok Lanal Lhokseumawe
Lanal Lhokseumawe bersama PLN UP3 Lhokseumawe menggelar program "Serbuan Vaksinasi Maritim" dosis pertama dan kedua di Masjid Al Khaidir Abu Piah Desa Bluka Teubai, Kecatan Dewantara, Aceh Utara, Jumat (3/12/2021). 

SERAMBINEWS.COM - Pemerintah mendekteksi adanya penurunan angka vaksinasi dari target yang ditetapkan dalam beberapa minggu terakhir.

Kondisi ini diduga ada kaitannya dengan prilaku masyarakat yang pilih-pilih merek vaksin sebelum melakukan vaksinas.

Padahal menurut pemerintah, semua vaksin yang beredar dan disuplai ke daerah-daerah di Indonesia aman dan sudah terjamin dari sisi kehalalannya.

Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi dalam Dialog Produktif Rabu yang ditayangkan FMB9, Rabu (1/12/2021) mengatakan cakupan vaksinasi Covid-19 di daerah dalam kurun 2-3 minggu terakhir terjadi penurunan.

Penurunan vaksinasi disebabkan banyak daerah yang menunggu ketersediaan vaksin Sinovac untuk pelaksanaan vaksinasi.

Vaksinasi Anak Mendesak Dikebut Menyusul Banyak Varian Covid-19 Bermunculan

Pasalnya saat ini mayoritas ketersediaan vaksin berasal dari Pfizer, AstraZeneca dan Moderna.

"Padahal kalau kita ketahui dari peta penyediaan vaksin kita, di semester kedua ini kita akan memiliki lebih banyak vaksin-vaksin yang bukan lagi vaksin sinovac. Karena sinovac sudah banyak digunakan pada semester pertama," kata Siti.

Kemenkes mengimbau dalam upaya mempercepat terwujudnya herd immunity (kekebalan kelompok) dari penularan covid-19 melalui vaksinasi, daerah dapat melakukan percepatan dengan menggunakan vaksin apapun yang saat ini tersedia, termasuk Pfizer, AstraZeneca dan Moderna.

Selain itu, penurunan vaksinasi juga dikarenakan masih ada masyarakat yang memilih-milih merek vaksin.

Nadia menegaskan, semua merek vaksin aman dan sama baiknya.

"Jadi kalau kita lihat penurunan vaksinasi memang mungkin faktornya karena kondisi yang penularan ini yang sudah semakin baik, tapi yang kedua adalah karena kondisi penularannya semakin baik ini tidak kemudian membuat masyarakat untuk buru-buru divaksin akhirnya mereka juga menunggu-nunggu memilih jenis vaksin tertentu," jelasnya.

Tercatat jumlah total masyarakat yang sudah mendapatkan dosis pertama vaksinasi sekitar 138 juta atau 67% dari sasaran.

Ini Rekomendasi WHO Terkait Penyebaran Covid-19 Varian Omicron, Prokes dan Vaksinasi jadi Perhatian

Adapun untuk dosis kedua baru menyentuh 45,8% dari target keseluruhan. Sasaran vaksinasi kelompok lansia masih menjadi perhatian yang terus ditingkatkan cakupannya.

Berkaca dari kelompok lansia sendiri memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi jika terpapar Covid-19.

"Perlu jadi perhatian saat ini baru 53% dari total lansia yang mendapatkan vaksinasi dosis pertama dan yang kedua lebih kecil lagi 34%," ujar Nadia.

Vaksinasi di Aceh

Sementara itu Pemerintah Aceh terus berupaya memperluas jangkauan vaksinasi dengan melibatkan seluruh stakeholder.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani atau SAG mengatakan, hingga 14 November 2021 total sasaran vaksinasi Covid-19 bagi penduduk Aceh mencapai 4.028.891 orang.

Vaksinasi dosis I sudah diberikan kepada 1.382.413 orang atau sekitar 34,3 persen, dan dosis II sudah diterima oleh 750.454 orang, atau sekitar 18,6 persen, katanya.

Ia berharap masyarakat yang telah menjadi target vaksinasi Covid-19 tidak menunda-nunda kesempatan yang ada karena vaksin Covid-19 belum tentu tersedia di saat kita butuhkan.

Selagi stock vaksin tersedia maka bergegaslah ke Puskesmas atau ke posko vaksinasi maasal yang digelar di banyak lokasi.

"Vaksinasi sekarang juga suapa Aceh dapat mencapai kekebalan kelompok sesuai yang ditargetkan," katanya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved