Pemandu Wisata
Dinas Pariwisata Aceh Edukasi Pemandu Wisata Lokal Bener Meriah
Untuk diketahui, Kegiatan pembangunan kepariwisataan, sebagaimana halnya pembangunan di sektor lainnya, pada hakekatnya melibatkan peran dari seluruh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Aceh sukses menggelar kegiatan Fam Trip di Kota Sabang dari 5-9 Desember 2021.
Kegiatan ini menghadirkan Ketua dari Himpunan Pramuwisata Indonesia ( HPI ) Kota Sabang Irwan Mahdi sebagai motivator untuk kepramuwisataan dan diikuti oleh peserta lokal guide dari Kabupaten Bener Meriah sebanyak 35 orang.
Turut hadir dalam Fam Trip Kepala Seksi Tata Kelola dan Pemberdayaan Masyarakat pariwisata Aceh Fandi Maulana SE sekaligus membuka acara dan menyerahkan secara simbolis perlengkapan peserta selama kegiatan berlangsung.
"Famtrip ini merupakan kegiatan perjalanan wisata sekaligus sebagai edukasi bagi pemandu lokal untuk memperkenalkan daya tarik wisata ataupun produk wisata baru yang akan dan sedang dikembangkan, sehingga pada akhirnya diharapkan mampu memberikan kontribusi untuk menarik minat wisatawan," tutur Fandi.
• Jaksa Tuntut 2 Terdakwa Kasus Investasi Bodong Yalsa Boutique 15 Tahun Penjara, JPU Lampirkan 213 BB
Sementara di tempat terpisah Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Disbudpar Aceh Safaruddin menyampaikan kegiatan “Famtrip Pemandu Wisata (Lokal Guide) Kabupaten Bener Meriah" ini bertujuan untuk membangun edukasi kepada lokal guide, menciptakan personal branding, serta melakukan pertukaran informasi lewat studi wisata.
“Ke depannya diharapkan kontribusi Pemandu Wisata dapat mendukung pembangunan kepariwisataan di daerahnya masing-masing,” terangnya.
Untuk diketahui, Kegiatan pembangunan kepariwisataan, sebagaimana halnya pembangunan di sektor lainnya, pada hakekatnya melibatkan peran dari seluruh pemangku kepentingan yang ada dan terkait.
• Jaksa Tuntut 2 Terdakwa Kasus Investasi Bodong Yalsa Boutique 15 Tahun Penjara, JPU Lampirkan 213 BB
Pemangku kepentingan yang dimaksud meliputi 3 (tiga) pihak yaitu: pemerintah, swasta dan masyarakat, dengan segenap peran dan fungsinya.
Masing-masing pemangku kepentingan tersebut tidak dapat berdiri sendiri, namun harus saling bersinergi dan melangkah bersama untuk mencapai dan mewujudkan tujuan dan sasaran pembangunan pariwisata yang disepakati.
“Program pemberdayaan masyarakat melalui kepariwisataan merupakan langkah penting yang perlu dilaksanakan secara terarah dan berkesinambungan untuk menyiapkan masyarakat agar semakin memiliki kapasitas dan kemandirian, serta berperan aktif dalam mendukung keberhasilan pembangunan kepariwisataan di tingkat lokal, regional dan nasional,” pungkas Fandi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/wisata-89ijjk.jpg)