Jumat, 24 April 2026

Internasional

Negeri Masih Berperang, Suriah Ditunjuk Menjadi Tuan Rumah Konferensi Energi Arab 2024

Suriah, sebuah negeri di semenanjung Arab yang masih berperang sampai Jumat (10/12/2021) akan mengalami perubahan.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Pekerja memperbaiki pipa sumur minyak di ladang minyak yang dikendalikan oleh kelompok Kurdi yang didukung AS, di Rmeilan, Provinsi Hassakeh, Suriah pada 27 Maret 2018. 

SERAMBINEWS.COM, DAMASKUS - Suriah, sebuah negeri di semenanjung Arab yang masih berperang sampai Jumat (10/12/2021) akan mengalami perubahan.

Negeri dengan wanita tercantik di Arab itu akan menjadi tuan rumah Konferensi Energi Arab 2024.

Hal itu disampaikan oleh Kementerian Energi Suriah, seperti dilansir AP, Jumat (10/12/2021)

Kementerian mengatakan itu menjadi tanda terbaru negara-negara Arab bergerak siap bersama Presiden Suriah Bashar al-Assad lagi.

Pengumuman itu menyusul pemungutan suara bulat dari anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak Arab (OAPEC) selama pertemuan virtual Kamis (9/12/2021).

Konferensi tersebut akan diadakan di Damaskus, menurut pernyataan kementerian di Facebook dan kantor berita resmi negara SANA.

Qatar menjadi tuan rumah Konferensi Enegeri Arab 2023.

Baca juga: Swiss Pulangkan Dua Saudara Tiri dari Kamp Mantan ISIS di Suriah, Sang Ibu Tetap Tinggal

Negara-negara Arab dalam beberapa bulan terakhir telah membuat langkah terbatas untuk meningkatkan hubungan dengan Suriah.

Suriah telah dijauhi sejak konflik pecah pada 2011 atau satu dekade lebih.

Bahkan, telah dikeluarkan dari Liga Arab pada awal perang saudara negara itu pada 2011.

Pemulihan hubungan itu termasuk pembukaan kembali beberapa kedutaan.

Termasuk kunjungan pejabat Arab ke Damaskus untuk memulihkan hubungan komersial dengan negara yang dilanda perang itu.

Langkah-langkah tersebut merupakan pengakuan atas fakta di lapangan setelah bertahun-tahun perang.

Walau ada dukungan awal oleh beberapa negara Arab terhadap oposisinya, pemerintah Assad tetap bertahan.

Bahkan, pasukannya telah mendapatkan kembali kendali atas sebagian besar negara tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved