Senin, 13 April 2026

Internasional

Presiden Niger Akui Sulit Perangi Terorisme di Sahel, Kebencian Terus Disebar Setiap Hari

Presiden Niger Mohamed Bazoum mengakui negaranya kesulitan menumpas terorisme di wilayah Sahel Afrika.

Editor: M Nur Pakar
()
Presiden Niger Mohamed Bazoum 

SERAMBINEWS.COM, NIAMEY - Presiden Niger Mohamed Bazoum mengakui negaranya kesulitan menumpas terorisme di wilayah Sahel Afrika.

Niger yang memegang kursi kepresidenan Dewan Keamanan (DK) PBB bulan ini memimpin pertemuan dengan anggota.

Dia mengatakan negaranya berada tantangan utama, memerangi teroris yang terus menyebar kebencian setiap hari.

Sehingga, katanya, telah mengguncang fondasi negara.

“Di antara tantangan-tantangan ini, kita juga menghadapi perubahan iklim," jelas Bazoum.

Dilansir AP, Jumat (10/12/2021), kurangnya akses ke sumber daya telah meningkatkan kemiskinan dan bencana menyertainya.

Baca juga: Pasukan Prancis Bunuh Pemimpin ISIS di Sahel, Sebut Sebagai Kemenangan Besar

Bazoum menyatakan Dewan Keamanan akan mengadopsi resolusi yang disponsori Niger dan Irlandia.

Dia berharap akan mengakui hubungan untuk memastikan perdamaian dan keamanan internasional, yang merupakan mandat dewan.

Dikatakan, perang melawan terorisme akibat dampak perubahan iklim harus segera diatasi.

Dia mengatakan Sahel dan Cekungan Danau Chad menggambarkan interaksi antara efek perubahan iklim, perdamaian dan keamanan.

“Konsekuensi dari fenomena ini, kita masih belum tahu seberapa luas penyebarannya," tambahnya.

Baca juga: Militan Sahel di Mali Bertarung Habis-habisan, ISIS dan Al-Qaeda Targetkan Sebagai Markas Baru

Tetapi, katanya, telah menyebabkan disintegrasi tatanan sosial dan kesejahteraan masyarakat.

Dia mengungkapkan warga dipaksa ke dalam persaingan tak terkendali untuk mendapatkan akses ke sumber daya air.

Akibatnya sering terjadi konflik antar-komunitas dan peningkatan migrasi.

Bahkan lebih mengkhawatirkan, telah memberi perluang ekstremisme untuk kekerasan dan kejahatan skala besar.

Dia menambahkan beberapa anak muda bergabung dengan jaringan kriminal dan teroris terorganisir.

Bazoum mengatakan kelompok itu sebelumnya menikmati kekayaan dan keanekaragaman hayati di wilayah yang merasa kuasai.(*)

Baca juga: Presiden Afrika Selatan Tuduh Pemimpin Dunia Munafik, Beri Tahu Omicron Langsung Diisolasi

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved