Minggu, 31 Mei 2026

Korban Erupsi Semeru Terus Bertambah

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hingga Sabtu (11/12/2021) pukul 18.00 WIB tercatat 46 orang

Tayang:
Editor: bakri
AFP/JUNI KRISWANTO
Relawan gabungan dari sejumlah lembaga menuju ke Desa Curah Kobokan, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, untuk mencari korban erupsi Gunung Semeru, Jumat (10/12/2021). Hingga kini, bencana alam tersebut mengakibatkan 46 orang meninggal dunia dan sembilan lainnya masih hilang. 

* 46 Orang Meninggal, Sembilan Hilang

* Warga Diminta Waspadai Letusan Sekunder

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hingga Sabtu (11/12/2021) pukul 18.00 WIB tercatat 46 orang meninggal dunia akibat erupsi Gunung Semeru.

BNPB juga mencatat ada sembilan orang yang masih hilang.

"Dampak korban jiwa lainnya, sembilan jiwa masih dinyatakan hilang, sedangkan luka berat 18 jiwa dan luka ringan 11 jiwa," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, kemarin.

Abdul Muhari mengatakan, total jumlah warga yang mengungsi hingga saat ini sebanyak 9.118 orang.

"Proses pendataan penyintas masih terus dimutakhirkan setiap hari," ujarnya.

Ia menjelaskan, pengungsi tersebar di 115 pos pengungsian di antaranya terpusat pada 18 titik di 3 kecamatan yaitu Kecamatan Pasirian enam titik (2.081 jiwa), Candipuro delapan titik (3.538 jiwa), dan Pronojiwo empat titik (1.056 jiwa).

Kemudian, 94 titik lain tersebar di Kabupaten Lumajang.

Adapun warga yang mengungsi di luar Lumajang berada di Kabupaten Malang dua titik (179 jiwa) dan Probolinggo satu titik (11 jiwa).

Menurut Abdul Muhari, Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) yang berada di bawah koordinasi Basarnas memfokuskan pencarian korban di tiga sektor.

Tim SAR tersebut, lanjutnya, terdiri atas personel Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, dan warga dibagi ke dalam empat grup.

"Grup pertama melakukan pencarian di Dusun Kajar Kuning dan Curah Kobokan, grup dua di daerah tambang Pasir H Satuhan dan grup ketiga di Dusun Keboneli dan Kampung Renteng," jelas Abdul Muhari.

Ia juga mengungkapkan, pos logistik bantuan dipusatkan di Pendopo Bupati Lumajang, sedangkan Pos Pendukung Lapangan berada di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro.

Selain operasi pencarian dan pertolongan, lanjutnya, posko juga mengutamakan pelayanan kepada warga terdampak serta pemulihan sarana dan prasarana yang terdampak abu vulkanik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved